Sekilas Info

Tokoh Agama Doakan Pemilu Damai

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Tokoh agama di Maluku mendoakan Pemilu serentak 2019 berlangsung aman, damai dan sukses.

Doa bersama digelar di Gong Perdamaian Dunia, Ambon, Sabtu (13/4) malam. Acara diinisiasi KPU Maluku menghadirkan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan dihadiri masyarakat Kota Ambon.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Abdullah Latuapo, Pastor Agus Ulhayanan, Pendeta Hendrik Hetari, Ketua PHDI Maluku, I Nyoman Sukadana dan Ketua Walubi Wilhelmus Yauwerissa ikut hadir.

Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun mengatakan, doa bersama ini bertujuan untuk meminta doa restu agar pelaksanaan proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 berjalan aman tertib dan lancar.

Setelah melewati masa kampanye, Pemilu masuki minggu tenang hingga 16 April. Doa bersama ini juga meminta restu agar sebagai penyelenggara, KPU Maluku diberi kesehatan, keselamatan dalam menjalankan tugas termasuk seluruh pemangku kepentingan, peserta pemilu dan pemilih. “Kegiatan kami anggap penting sehingga perhelatan proses demokrasi pemilu yang kita lakukan bisa diberkahi dan diridhoi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Maluku harus tunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Maluku adalah satu contoh orang basudara itu saling melengkapai, saling menegur sapa, saling nasehat menasehati untuk menetapi kebenaran dan kejujuran.

“Dengan kita masuki masa tenang kami memohon doa kepada seluruh masyarakat di Maluku agar pelaksanaan pemilu di Maluku, di 11 kabupaten/kota, 118 kecamatan, 5.527 TPS berjalan dengan hikmat, gembira dan sukses,” ujarnya.

Masa tenang kata Kubangun dimulai sejak 13 April pukul 24.00 hingga 16 April. Pada masa tenang, alat peraga kampanye akan dibersihkan dan ditertibkan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely. Dia berharap pemilu presiden dan legislatif 17 April bisa berjalan damai, jujur dan adil.

Dari sisi pengawasan, kata dia, akan dilakukan apel siaga secara terus menerus sampai 16 April. “Proses ini dilakukan semata-mata untuk mengingatkan kepada masyarakat agar kecurangan seperti serangan fajar atau pembagian bingkisan, souvenir-souvenir yang terlarang dan dapat dikategorikan pidana pemilu bisa dihindarkan,” kata Ely.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan dengan KPU menjaga proses pemilu dengan baik. “Mudah-mudahan Provinsi Maluku tidak berada lagi pada posisi empat besar terawan di Indonesia, bahkan pada pemilu pilkada 2020, semoga Maluku tidak berada dalam urutan ke-lima atau bahkan ke-10 (tingkat kerawanan),” tandasnya.

Plh Gubernur Maluku, Hamin bin Tahir dalam sambutan tertulis disampaikan Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Abdul Halim Daties menyampaikan, doa bersama ini menjadi momentum untuk mensukseskan Pemilu 2019.

Yang lebih penting adalah bagaimana membangun komitmen dan kesadaran masyarakat untuk senantiasa menjaga keutuhan NKRI. Pilihan boleh beda tapi persatuan kesatuan bangsa harus kita jaga. “Waspadalah terhadap racun demokrasi, politik uang, politisasi suku, agama dan ras, hoax, fitnah. Mari kita tolak dan lawan,” tegas dia.

Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo mewakili para tokoh agama menyampaikan harapan dari para tokoh agama di Maluku. Tokoh agama mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar di hari tenang Pemilu bekerjasama sama dengan penyelenggara menjaga kedamaian dan ketenangan sampai tiba hari pencoblosan, 17 April mendatang.

“Merupakan kewajiban bagi kita semua menjaga ketenangan sehingga pemilu aman dan damai dan kami imbau kepada seluruh hak pilih jangan golput. Warga yang golput itu termasuk warga negara yang tidak bertanggungjawab,” pesannya. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga