Sekilas Info

Pemkot Tak Miliki Anggaran Gaji Guru Kontrak

IST

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Pemerintah Kota Ambon tidak memiliki anggaran untuk membayar gaji 123 guru kontrak terhitung Januari-Maret 2019.

Pasalnya pelimpahan tanggungjawab terkait pemberian upah ratusan guru kontrak dari Pemerintah Provinsi Maluku, kepada Pemerintah Kota Ambon terlambat. Alasannya, saat pelimpahan tanggungjawab, Pemkot Ambon telah selesai menetapkan APBD tahun anggaran 2019.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta, Minggu (17/3). Menurutnya, jika Pemprov Maluku memberikan pelimpahan tanggungjawab pada November 2018, dan hanya membayar upah guru kontrak hingga Desember 2018, sudah terlambat.

“Penyerahannya bulan November 2018, dan pada saat itu, Pemkot telah selesai membahas dan menetapkan APBD. Karena (pembayaran upah guru kontrak) ini menyangkut APBD. Kita prihatin dengan nasib mereka, tetapi ini juga menyangkut keuangan daerah. Hal itu harus dibicarakan sejak awal,” jelasnya.

Sebab, jika para guru kontrak ini terus bersuara menuntut hak mereka dibayar oleh Pemkot Ambon, tidak mungkin direalisasi. Sebab semua pos anggaran sudah ditetapkan sejak penetapan APBD 2019.

“Kalau saat ini mau dibayar, mau pakai uang dari mana. Karena itu semua sudah ditetapkan di pos masing-masing, mau ambil uang dari mana untuk bayar mereka, itu musti menjadi perhatian juga,” tegas Toisuta.

Kata dia, nasib 123 guru kontrak yang belum menermia upah kerja selama tiga bulan tersebut bisa diperjuangkan, tetapi menunggu pembahasan APBD Perubahan oleh Pemkot Ambon pada September 2019.

“Satu-satunya jalan untuk perjuangkan nasib mereka ini, hanya menunggu sampai pembahasan APBD Perubahan. Baru bisa kita lakukan pertimbangan-pertimbangan dengan melihat dari seluruh aspek yang ada,” terangnya.

Persoalan guru kontrak ini akan menjadi masukan DPRD Kota Ambon untuk dibahas. “Selaku pimpinan saya akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Kota Ambon lainnya untuk melihat hal tersebut,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebanyak 123 guru kontrak yang belum dibayarkan gajinya selama tiga bulan tersebut terdiri dari, PAUD 11 guru, TK 20 guru, SD 54 guru , Madrasah Iptidaiyah 6 guru, SMP 20 guru dan dan Madrasah Tsanawiyah 15 guru. (MG5)

Penulis:

Baca Juga