Sekilas Info

Tongkang Bermuatan Kayu & ABK Belum Ditemukan

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Empat hari sudah, Kapal Tongkang (TK) Berkat 12 bermuatan kayu dan seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang diketahui bernama Said, belum ditemukan oleh tim Basarnas Ambon.

Tongkang itu hilang sejak 20 Februari 2019. Terakhir terlihat di perairan laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah pada 25 Februari, lalu.

“Sampai sore ini operasi pencarian yang hingga kini (kemarin) sudah masuk hari keempat masih nihil,” kata Muslimin, Kepala Basarnas Ambon, kepada wartawan, Selasa (5/3).

Menurutnya, proses pencarian masih terus dilakukan. Rencananya, besok, Basarnas akan kembali melakukan pencarian di wilayah yang belum dilalui. “Besok kita akan kembali melakukan pencarian,” tandasnya.

Sebelumnya, TK Berkat diketahui mengangkut kayu log dari Pulau Larat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Kayu yang diangkut tersebut hendak dibawa menuju Makassar, Sulawessi Selatan.

Kapal naas itu ditarik oleh TB Puma 03. Namun, di tengah perjalanan atau tepatnya di perairan laut Pulau Wakatobi, Sulawesi Tenggara, kapal tongkang ini terpaksa dilepas bersama seorang ABK didalamnya.

Tongkang dilepas karena Kapal Puma 03 akan mencari bahan bakar tambahan pada 20 Februari 2019. Sebab bahan bakar kapal itu nyaris habis.

“Saat itu kapal dilepas bersama seorang ABK pada koordinat 06° 17.934” S - 125° 20.228” E untuk mencari BBM di sekitar Pulau Wakatobi. Saat kembali ketempat tersebut tongkang itu sudah tidak ada lagi. Diduga hanyut,” kata Muslimin Kepala Basarnas Ambon, kepada Kabar Timur, Minggu (3/3).

Menurut Muslimin, peristiwa membahayakan nyawa manusia di laut ini diketahui setelah pihaknya mendapat informasi dari Reni, agen pemilik kapal pada Sabtu (2/3), sekira puluk 08.30 WIT.

Dalam informasi yang diterima, kapal tongkang ini terakhir terlihat di perairan laut Pulau Penyu, Banda pada 28 Februari 2018.

“Ibu Reni melaporkan kepada kami berdasarkan info dari kapten kapal KM Cantika Elisa pada 28 Februari. Saat itu kapal Tongkang terlihat di perairan laut Pulau Penyu pada koordinat 05° 52.927” S - 127° 39.887” E, pada 25 Februari, sekitar pukul 14.00 WIT,” ungkapnya.

Mendapat adanya informasi tersebut, Basarnas Ambon kemudian mengerahkan tim Rescue SAR Pos Tual. Tim pencari menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 242 Bharata.

“Pencarian dilakukan sejak hari Sabtu sekitar pukul 09.00 WIT. Dan sampai saat ini kapal tersebut belum ditemukan,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga