Sekilas Info

Bos Hai Bangun Kantor Kejari MBD Tak Sesuai Bestek

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Proyek pembangunan kantor Kejari Maluku Barat Daya (MBD), diduga dikerjakan asal-asalan atau tidak sesuai bestek. Bangunan lantai dua yang menelan anggaran belasan miliar itu dibangun tanpa pondasi.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kantor Kejari yang dibangun di Tiakur, Ibukota Kabupaten MBD itu didanai APBN sebesar Rp 12 miliar. Proyek dikerjakan PT Kharisma. Proses pengerjaanya tidak sesuai mekanisme. Mulai dari proses pembangunan cakar ayam yang tidak sesuai hingga pondasi dilaporkan bermasalah.

Ini terlihat dari pengerjaan dua gedung dari tiga gedung yang dikerjakan. Gedung utama proses pengerjaanya menggunakan pondasi. Sedangkan dua gedung lainnya diduga tidak menggunakan konstruksi pondasi.

Untuk mengelabui publik atau pihak terkait dua gedung itu ditimbun sirtu untuk menutupi badan gedung seolah dibangun pondasi. Sementara gedung utama pondasinya terlihat karena tidak ditimbun sirtu.

Pantauan Kabar Timur di lokasi pembangunan proyek juga tampak timbunan sirtu mengelilingi dua gedung itu. Dugaan pembangunan yang melenceng dari kontrak kerja itu diperkuat pengakuan Simon Atioporu, salah satu pekerja proyek Kejari MBD.

Dia membenarkan dua bangunan tidak memakai pondasi. “ Dua bangunan disamping itu tidak pakai pondasi, kecuali gedung utama,” ungkap Simon kepada Kabar Timur di Tiakur, pekan kemarin.

Simon mengaku, itu juga sesuai pengakuan buruh bangunan yang mengerjakan proyek itu. “Itu pengakuan dari mereka (buruh). Bangunan itu hanya pakai slop, tidak pakai pondasi. Seharusnya pondasi dibangun mengelilingi bangunan itu agar kuat. Memang ketika saya kerja tiang dan slop sudah dibangun,” katanya.

Menurut dia, modus dari pihak kontraktor menutup pinggiran bangunan dengan sirtu untuk menutupi badan bangunan agar mengelabui publik seolah-olah bangunan itu dipondasi. “Kualitas atau bestek bangunan kejaksaan itu diragukan,. Coba cek di lapangan,” kata Simon.

Dia kuatir, jika bangunan itu difungsikan membawa dampak buruk di kemudian hari bagi pegawai yang berada di kantor Kejari MBD. “Saya kuatir bangunan ini akan roboh saat diguncang gempa skala kecil karena dibangun tidak sesuai bestek,” tegas dia.

Bukan hanya tidak dibangun pondasi lanjut Simon, salah satu bangunan dari tiga bangunan itu tampak miring. “Ini karena proses pengerjaan yang asal-asalan. Memang realitanya seperti itu,” tegas dia.

Dengan berbagai indikasi penyelewengan pekerjaan, Simon berharap, Kejaksaan Tinggi Maluku segera memeriksa langsung bestek bangunan kantor Kejari MBD agar tidak membawa malapetaka di kemudian hari. “Persoalan ini tidak bisa dianggap remeh, ini harus diusut kejaksaan sebagai pemilik bangunan,” tegasnya lagi.

Terpisah Bos PT Kharisma, Hans alias Bi Hai mengklaim pembangunan kantor Kejari MBD sesuai mekanisme. “Tidak benar bangunan itu tidak pakai pondasi. Masak gedung kejaksaan kita kerja tidak sesuai bestek,” tandasnya, kemarin.

Dia mengarahkan Kabar Timur menghubungi konsultan proyek tersebut untuk mengetahui mekanisme pembangunan proyek itu. “Silakan hubungi pihak konsultan. Kita kerja sesuai aturan main,” kilah Hai.

Konsultan Pengawas proyek Kejari MB, Iwan menegaskan, proyek itu dikerjakan sesuai mekanisme.” Kita sudah lapor ke Dinas PUOP Maluku. Gambarnya kita sudah kirim silakan dikonfirmasi saja,” kata Iwan dihubungi, kemarin.

Dia mengklaim pengerjaan tiga gedung itu sesuai bestek atau gambar yang ada.”Tidak benar kalau proyek itu tidak pakai pondasi. Kita pakai kok,” tegasnya menepis pengakuan pekerja proyek. (KTM)

Penulis:

Baca Juga