Traffic Light Sosialisasi Pencoblosan Pemilu

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Pemerintah Kota Ambon memiliki cara unik mensosialisasikan tanggal pencoblosan pemilu serentak 17 April 2019 kepada masyarakat.

Traffic light atau lampu untuk mengatur kelancaran lalu lintas di persimpangan jalan di Kota Ambon akan dijadikan sarana kampanye pemilu.

Penggunaan Traffic light menurt Walikota Ambon Richard Louhenapessy karena baru 30 persen masyarakat yang mengetahui tanggal pelaksanaan pemilu 17 April 2019. Demikian disampaikan Louhenapessy saat menghadiri Fokus Grup Diskusi (FGD) dalam rangka Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2019 di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (27/2).

"Dari survei KPU Maluku bahwa masyarakat Maluku 100 persen sudah tahu tentang pilpres dan pileg pada bulan April 2019. Tapi untuk tanggalnya 17 April itu baru diketahui 30 persen masyarakat," kata Louhenapessy kepada awak media, kemarin.

Meski baru sedikit masyarakat yang tahu hari pencoblosan, tapi kata Louhenapessy, hari pencoblosan Pemilu masih relatif jauh. Pemkot Ambon akan membantu KPU Maluku sosialiasi tanggal pencoblosan. "Kita buat sosialiasi lewat traffic light. Jadi sehari dua ini semua traffic light akan mensosialiasikan, mengajak masyarakat untuk datang (coblos) pada 17 April. Ini contoh yang baik. Kalau traffic light seluruh Indonesia bisa bikin bagini (buat seperti ini), maka ini sangat positif," terang Louhenapessy.

Penggunaan traffic light sebagai sarana sosialiasi juga dilakukan untuk mengkampanyekan berbagai kegiatan lainnya. Sebelumnya sosialiasi kegiatan Polri yakni Millenial Road Safety Festifal (MRSF) juga dilakukan melalui traffic light.

"Hari ini (kemarin) traffic light sosialiasi MRSF untuk mengajak warga hadir pada puncak MRSF 2 Maret 2019. Kemudian dari kantor pajak mengimbau kepada masyarakat untuk bayar pajak. Kali ini juga KPU akan sosialisasi bagi masyarakat Kota Ambon (tentang pemilu). Setiap even apapun juga kita akan pakai untuk sosialiasi," jelasnya.

MRSF yang bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas khususnya generasi muda, Pemkot Ambon mendukung penuh.

"Kita dukung penuh MRSF. Dan pemerintah kota secara khusus mendatangkan presenter dan komedian Tukul Arwana untuk berkomunikasi dengan masyarakat Kota Ambon pada 2 Maret. Itu diundang khusus oleh Pemkot Ambon," sebut Louhenapessy.

Terkait Deklarasi Damai, mantan ketua DPRD Provinsi Maluku ini memberikan apresiasi kepada TNI/Polri yang menginisiasi even persaudaraan tersebut. Dengan mengumpulkan seluruh stakeholder di Kota Ambon untuk membicarakan terkait Pilpres dan Pileg.

"Kalau istilah Ambon yaitu sajo. Karena mengumpulkan kita mulai dari camat, raja, dan semua komponen untuk duduk membicarakan Pilpres dan Pileg pada 17 April mendatang," katanya.

Suasana saat ini, lanjut Louhenapessy harus dijadikan sebagai contoh bagi daerah lain di Maluku, maupun di Indonesia.

"Dan Ambon sudah buktikan itu pada setiap even politik apapun juga. Kita boleh berbeda pendapat, boleh bertegang otot pada saat hari H. Tapi setelah itu Ambon itu betul-betul kondusif. Saya bangga dengan masyarakat Kota Ambon karena tingkat kesadaran politik dan berdemokrasinya luar biasa. Saya menhimbau daerah daerah lain untuk belajar berdemokrasi dari Kota Ambon," ajak Louhenapessy. (CR1)

Penulis:

Baca Juga