Sekilas Info

Prodi Pekom FKIP Unpatti Seminar Bidang SMI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Pattimura menggelar Seminar Hasil Pengkajian Bidang Studi Masyarakat Indonesia (SMI) Tahun 2019.

Seminar diikuti oleh mahasiswa maupun jajaran Prodi dipusatkan di Aula B PGSD Unpatti, Ambon, Senin (18/2).

Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari Pengabdian Masyarakat Indonesia di Desa Lala, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru yang diikuti oleh 140 mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Unpatti 4-10 Februari 2019.

Dalam seminar tersebut, para mahasiswa yang mengikuti SMI di Desa Lala memaparkan berbagai permasalahan yang ditemui di tengah-tengah masyarakat sekaligus menyampaikan solusinya. Seperti bidang agama, ekonomi, pemerintahan dan sosial budaya.

Ketua Prodi Ekonomi Amjad Salong, S.Pd, M.Pd menjelaskan, tujuan seminar Hasil Pengkajian Bidang SMI 2019, Pengabdian Masyarakat Indonesia Prodi Pekom FKIP Unpatti itu adalah untuk menemukan jawaban dan solusi dari permasalahan-permasalahan yang ditemukan para mahasiswa saat turun di masyarakat.

"Hasil temuan itu perlu dikaji melalui seminar seperti ini agar bisa menjadi masukan bagi pemerintah kabupaten dan pemerintah desa khususnya," jelas Salong. Menurutnya, apalagi jika berkaca dari hasil pengkajian di tengah-tengah masyarakat, terkuak berbagai masalah kehidupan seperti nilai keagamaan, ekonomi dan sosial budaya mulai terkikis sebagai dampak dari perkembangan zaman.

"Berbagai macam pola kehidupan sudah berubah, sehingga tidak bisa diambil dari satu sisi tapi dari berbagai sisi. Seperti nilai-nilai keagamaan yang mulai berkurang. Orang bilang beragama tapi beribadahnya mulai terkikis.

Kemudian secara budaya, bahasa daerah, cara berpakaian mulai hilang, tata krama sopan santun terkikis, itu yang perlu dikaji," kata Salong.

Begitu juga dari sisi ekonomi. Kata Salong, saat ini pola kehidupan masyarakat juga mulai berubah. "Dari proses makanan pokok, anak-anak sekarang sudah tidak mengkonsumsi sagu sementara sagu itu makanan pokok kita, tapi sekarang sudah beralih kepada beras. Bahkan rata-rata di kampung-kampung pohonnya (sagu) juga sudah tidak ada, apalagi hasilnya. Itu yang menjadi tantangan bagi kita," sambungnya.

Olehnya itu, melalui seminar hasil pengkajian SMI 2019 bisa mengembalikan jati diri sebagai anak daerah. "Harapan kami kegiatan ini bisa menjawab dan melestarikan budaya-budaya yang terkikis oleh pengaruh perkembangan masa," harapnya.

Masih kata Salong, dalam pelaksanaan SMI di Desa Lala, mahasiswa tidak hanya melakukan pengkajian terhadap nilai-nilai keagamaan, pemerintahan, ekonomi dan sosial budaya saja, tetapi juga memberikan sumbangsih real seperti memberikan seminar kepemimpinan bgai anak-anak muda, seminar kewirausahaan bagi anak-anak muda serta kegiatan bakti sosial berupa sunatan massal. "Respon masyarakat (desa Lala) sangat antusias sekali," ujar Salong. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga