Sekilas Info

Mahasiswa Unpatti Dituntut Siap Hadapi Era Disrupsi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dituntut siap menghadapi era disrupsi atau terjadinya perubahan fundamental atau mendasar.

"Saat ini kita dihadapkan pada era disrupsi, sehingga selaku generasi muda dengan bekal ilmu yang telah dimiliki diharapkan dapat lebih kreatif dan inovatif serta menguasai ilmu pengetahuan dan literasi teknologi," kata Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti Ambon, Frederik Rieuwpassa, saat membuka seminar nasional dan temu alumni program studi PPKN FKIP Unpatti di Ambon, Kamis (7/2).

Kata Rieuwpassa, perguruan tinggi khususnya Unpatti harus membiasakan diri menghadapi perubahan diera keterkejutan dan teknologi digital. Perubahan ini juga harus didukung pemerintah dengan menyiapkan regulasi.

"Jika tidak kita akan tertinggal pada situasi persaingan ketat, teknologi yang tidak bisa diabaikan guna menghasilkan inovasi baru, merubah cara hidup dan menggantikan sistem yang ada," ujarnya.

Menurut dia, disrupsi terjadi disegala bidang yakni transportasi, industri dan pendidikan. Bidang pendidikan harus merubah cara berfikir dan membangun karakter peserta didik yakni cara berpikir positif dan kreatif. "Mahasiswa harus memperhatikan pentingnya penguasaan teknologi digital dan kemampuan berbahasa asing itu modal untuk bersaing di dunia kerja," ujar Rieuwpassa.

Seminar yang digelar prodi PPKN FKIP mengusung tema berselancar diera desrupsi menuju era perubahan, merupakan bekal bagi pengembangan ilmu dan karir para mahasiswa serta para dosen. "Saya berharap seminar berselancar diera disrupsi yakni bagaimana merengkuh arus dan memenangkan perubahan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan ilmu dan karir mahasiswa kedepan," ujarnya.

Pembicara seminar nasional dan temu alumni program studi PPKN FKIPP, yakni pakar pendidikan sekaligus Guru Besar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi.

Karim dalam paparan menjelaskan, era disrupsi saat ini telah masuk ke berbagai lini kehidupan, tidak hanya bidang ekonomi, budaya, dan teknologi, namun juga menyasar ke dunia pendidikan.

Fenomena disrupsi telah melahirkan pergerakan dunia industri yang tidak lagi linier, sehingga mengakibatkan persaingan dunia kerja menjadi semakin ketat. "Khusus di bidang pendidikan disrupsi ternyata telah menjadi pemicu proses digitalisasi dari sistem pendidikan, contoh fenomena dari era disrupsi bidang pendidikan, adalah lahirnya berbagai aplikasi teknologi yang sangat inovatif, seperti Gojek, Grab, dan lainnya," ujarnya.

Era disrupsi, kata Rieuwpassa, mendorong terjadinya digitalisasi sistem pendidikan. Tantangan itu harus dihadapi sesuai pola kerja baru yang tercipta bagi dunia pendidikan, ketrampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten ditingkatkan. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga