Sekilas Info

Polisi Lidik CV Batu Prima

ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Aksi demo warga Dusun Air Sakula Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, di Kantor Gubernur Maluku terkait pencemaran lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Sakula, Kamis, dua hari lalu, berbuntut panjang. Kemarin, polisi bergerak melakukan penyelidikan.

Pencemaran lingkungan di DAS Air Sakula, yang diduga diakibatkan adanya aktivitas pertambangan batu kali oleh CV Batu Prima, diusut tim penyidik tindak pidana tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

"Bukan karena aksi kemarin (Kamis) saja. Tapi warga sebelumnya sudah melaporkan kasus ini sejak pekan kemarin," kata Sumber Kepolisian sembari menunjukan laporan warga terkait pencemaran lingkungan tersebut, Jumat (1/2).

Atas laporan warga itu, tambah sumber yang enggan menggunakan identitasnya ini, Kapolres Ambon AKBP Sutrisno Hady Santoso kemudian mengeluarkan instruksi untuk melakukan penyelidikan di lapangan.

"Atas instruksi Kapolres, hari ini (Kemarin) kami turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan terhadap aktivitas CV Batu Prima," katanya.

Penyelidikan dilakukan penyidik tipidter di pertambangan galian C Air Sakula. "Kita akan lihat ijin-ijin mereka, dan mengambil sampel di lapangan. Ini laporan warga yang ditindak lanjuti," tandasnya.

Kasubbag Humas Polres Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy membenarkan penyelidikan tersebut. Menurutnya, kemarin tim telah “on the spot” ke lokasi penggalian C yang dilakukan CV Batu Prima. "Iya, benar. Saat saya cek, mereka sementara melakukan penyelidikan," ujarnya.

Penanganan kasus ini, tambah Kaisupy dipastikan akan terus berlangsung. Tim akan mencari dan mengumpulkan alat bukti. Seperti perijinan, hingga uji sampel air tercemar logam berbahaya. "Masih penyelidikan. Perlu alat bukti yang akurat untuk menjawab adanya perbuatan pidana terhadap lingkungan sesuai laporan tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, penolakan terhadap aktivitas CV. Batu Prima terus mengalir. Aliansi Pemerhati Lingkungan mendesak Pemerintah Provinsi Maluku mencabut izin UKL-UPL CV. Batu Prima yang beroperasi di Dusun Air Sakula, Desa Laha, Kota Ambon. Keberadaan aktivitas galian C oleh CV. Batu Prima dinilai merusak Daerah Aliran Sungai (DAS). Desakan ini disampaikan dalam aksi demonstrasidi kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (31/1).

Selain berorasi, pendemo juga mengusung pamflet bertuliskan "Gubernur Maluku mencabut SK no 74 tahun 2016 masyarakat air Sakula terancam penyakit akibat aktivitas CV Batu Prima". "Hasil laporan masyarakat segera ditindak lanjuti segera cabut izin CV Batu Prima di Negeri Laha". "Polda Maluku dan Kejati Maluku usut dugaan aliran anggaran retribusi Negeri Laha". "Hasil uji sampel mengandung logam".

Aksi unjukrasa yang dipimpin Fahmi Mewar disampaikan pernyataan sikap yang dibacakan dihadapan Plh. Asisten II Bidang Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Maluku, Halimah Soamole didampingi Kepala Kesbangpol Promal, Sam Sialana, Kabid Pertambangan Umum ESDM Promal maupun Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Junan Tan di depan kantor Gubernur.

Keberadaan perusahaan pertambangan itu juga menyebabkan warga sekitar sulit memperoleh air bersih dan udara segar. Akibatnya warga harus mengambil air bersih di sekitar mata air hulu sungai sejauh lebih dari 5-6 kilometer dari dusun air Sakula. (CR1)

Penulis:

Baca Juga