Sekilas Info

Surprise, Pangdam Pattimura Jadi Irup Operasi Lilin

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kepala Polda Maluku Irjen Pol. Royke Lumowa, memberikan kado spesial kepada Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto, dengan menjadi inspektur upacara (Irup) Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Lilin Siwalima 2018. Sebab, Pangdam diangkat dalam jabatan baru sebagai Irjen TNI Angkatan Darat (AD).

Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Siwalima dalam rangka mengamankan Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, ini berlangsung di Lapangan Polda Maluku Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Jumat (21/12). Operasi Lilin resmi berjalan di Maluku, setelah Pangdam menyematkan tanda pengenal kepada tiga perwakilan dari TNI, Polri dan Pemda Maluku.

Sebelum membaca amanat Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian, Pangdam Pattimura menyampaikan dirinya menjadi irup atas seijin Kapolda Maluku. “Atas ijin Kapolda Maluku juga saya diminta membaca amanat Kapolri dalam apel gelar pasukan operasi Lilin 2018,” ucap Pangdam.

Membaca amanat Kapolri, Pangdam mengatakan apel gelar pasukan yang diselenggarakan secara serempak di Jajaran Polri, merupakan momen penting untuk meninjau kesiapsiagaan personel, melakukan pengecekan sarana dan prasarana pengamanan, serta memperkuat soliditas para pemangku kepentingan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru.

“Sebagaimana kita ketahui, situasi menjelang perayaan Natal merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, diiringi pula dengan penetapan libur nasional,” kata Kapolri melalui Pangdam Pattimura.

Realitas ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan bermasyarakat, seperti terjadinya peningkatan intensitas kegiatan masyarakat, mobilitas moda transportasi, serta peningkatan demand terhadap kebutuhan pokok khususnya bahan pangan.

Kondisi itu memunculkan potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian. Seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan konsolidasi bersama, sembari mengecek kesiapan pengamanan, serta menyamakan persepsi, agar pengamanan dapat berjalan lancar.

Soliditas dan sinergitas yang baik diantara para pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci utama yang harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan. “Dalam kaitan tersebut, Polri bersama segenap jajaran TNI dan stakeholders terkait umumnya menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi Lilin 2018 yang melibatkan 167.783 personel pengamanan,” terangnya.

Operasi kepolisian terpusat dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 23 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019. Khusus untuk 13 Polda prioritas seperti Sumatera Utara, Lampung, Banten, Metro Jaya, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua, berlangsung 12 hari sejak 21 Desember 2018.

Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan diantaranya kejahatan konvensional, yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan moda transportasi baik di darat, laut maupun udara, ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta kemacetan lalu lintas.

“Peningkatan intensitas masyarakat akan memunculkan potensi meningkatnya kejahatan konvensional seperti begal, premanisme, maupun aksi street crimes seperti pencurian pencopetan dan sebagainya,” ujarnya.

Kapolda Maluku Royke Lumowa, mengatakan, permintaannya kepada Pangdam Pattimura secara mendadak sebagai Irup Apel, merupakan surprise dan hadiah. “Saya baru tahu tadi dari Danlantamal IX/Ambon jika Pangdam akan diangkat menjadi Irjenad (Irjen TNI AD). Makanya saat itu juga saya meminta beliau agar berkenan menjadi Irup,” kata Royke di sela apel berakhir.

Khusus di Maluku, mantan Kakor Lantas Polri ini mengatakan jika personel yang dikerahkan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru sebanyak 2.000 orang. “Untuk Maluku terdapat 2.000 personel pengamanan. Ini termasuk TNI. Pengamanan selama 12 hari terhitung hari ini,” ungkapnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga