KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Meningkatnya pendapatan daerah tidak ada artinya, jika perilaku dan moral warga menjadi buruk.
Geram dengan adanya tarian eksotik, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, langsung menutup karaoke Anang Family, Kamis (20/12). Bahkan, gedung karaoke berlabel keluarga itu kembali dipagari Garis Polisi, setelah sehari sebelumnya Walikota melakukan Sidak di tempat hiburan malam.
Penutupan karaoke milik artis, sekaligus anggota DPR RI Anang Hermansyah yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sirimau, Ambon, terpaksa dilakukan karena dianggap telah melanggar klasifikasi ijin usaha yang diberikan.
“Ada lokasi-lokasi yang melaksanakan kegiatan diluar ijin yang kita berikan. Itu yang kita tertibkan. Diantaranya karaoke (Anang Family) yang tanpa diketahui, melaksanakan praktek-praktek yang tidak sewajarnya. Itu langsung besok (kemarin) surat larangan operasi diterbitkan,” tegas Richard kepada wartawan usai sidak tempat hiburan malam, Rabu (19/12), pukul 24.00 WIT.
Langkah tegas secara administrasi yang diambil adalah menghentikan seluruh operasi karaoke Anang Family untuk waktu yang tidak ditentukan. Ini dilakukan agar dapat menjadi efek jera kepada tempat hiburan lainnya yang tidak taat prosedur.
“Saya berterima kasih karena polisi begitu cepat mengambil tindakan. Dan secara administrasi menghentikan seluruh operasi untuk waktu yang belum ditentukan. Supaya ini menjadi efek jera kepada yang lain,” tegasnya lagi.
Dia mengakui, bahwa memberikan ijin kepada tempat usaha dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak. Tapi, meningkatnya pendapatan daerah tidak ada artinya, jika perilaku dan moral warga menjadi buruk.
“Pajak penting. Tapi jauh lebih penting soal perilaku moral dari pada warga kota ini. Itu yang paling utama,” cetusnya. Richard merasa, kegiatan party di Karaoke Anang Family dengan menampilkan seorang wanita yang nyaris bugil itu tidak pantas dilakukan di karaoke berstatus keluarga tersebut.
“Dia karaoke Family (keluarga) lagi, tapi ternyata ada kegiatan-kegiatan yang begitu eksotik yang sama sekali tidak sepantasnya untuk ditonton. Dan diviralkan. Ini betul-betul mengganggu. Apalagi dalam suasana umat Kristen sementara menyiapkan diri untuk merayakan natal,” sesalnya.



























