Sekilas Info

Bersama Wanita di Penginapan, Guru SBB Kejang-Kejang dan Meninggal

OLAH TKP: Tim inafis Polres Ambon melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di kamar 013 penginapan Bidadari, Jalan Yos Soedarso, Ambon, Jumat (23/11). -- RUZADY ADJIS | KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Apakah mereka telah berhubungan badan atau belum, polisi masih melakukan penyelidikan.

Jamaru Musa, Guru di Kabupaten Seram Bagian Barat, ditemukan kejang-kejang oleh seorang wanita yang berduan di dalam kamar 013, Penginapan Bidadari, Kota Ambon. Pria 58 tahun ini tewas saat menuju Rumah Sakit Sumber Hidup (GPM), Jumat (23/11).

Belum diketahui penyebab kematian warga Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB, ini karena pengaruh obat kuat, ataukah terserang penyakit. Polisi, masih menunggu keputusan keluarga untuk mengotopsi korban.

La Onyong Wally, karyawan penginapan Bidadari yang berada di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Sirimau Ambon, mengaku, korban saat itu bersama Ulfa, wanita 35 tahun yang bermukim di BTN Kanawa Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau. Mereka cek in pukul 16.30 WIT.

"Awalnya korban mendaftar tidak memasukan nama di buku tamu. Saya berikan kamar 015. Tapi korban minta ganti di kamar 013 yang berada di lantai 3," kata Onyong.

Tak lama berselang setelah memasuki kamar yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Ulfa berlari turun dan memberitahukan jika korban mengalami kejang-kejang.
"Saat diberitahukan korban kerjang-kejang, saya lalu memberitahukan kejadian itu kepada Chandra," jelasnya.

Setelah diberitahukan Onyong yang merupakan receptionis penginapan Bidadari, Chandra Jaya Mahu, yang merupakan anggota Polri, naik ke TKP. Dia mendapati korban masih dalam keadaan hidup.

"Saya periksa nadinya masih nafas. Cek perutnya masih ada nafas, dan saya bawa ke Rumah Sakit GPM. Di Rumah Sakit, korban diangkat. Sekitar 2 menit suster bilang sudah meninggal. Entah diperjalanan atau di sana (GPM) tidak tahu," ujarnya.

Kepala Polsek Sirimau AKP. Mido Manik mengatakan, penyebab kematian korban belum diketahui. Pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah ada unsur pidana ataukah tidak. “Soal mereka sudah berhubungan badan, belum tahu," ungkapnya.

Berdasarkan hasil komunikasi dengan keluarga, tambah Mido, korban diakui memiliki riwayat penyakit. Namun penyakit apakah itu, belum dijelaskan secara mendetail oleh pihak keluarganya.
Guna mengetahui penyebab kematian korban, polisi rencananya akan melakukan otopsi terhadap jenasah korban.

"Kita masih tunggu keluarga untuk berkoordinasi buat otopsi. Sementara ini korban masih berada di Rumah Sakit GPM," ungkapnya, tadi malam.

Kamar 013 saat ini telah dilakukan olah TKP oleh tim identifikasi dari Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Polisi juga telah mengamankan TKP menggunakan garis polisi. (CR1)

Penulis:

Baca Juga