Sekilas Info

Kakek Sebatang Kara Ditemukan Tewas

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Aradoni Lamapaha alias Tete Ara, yang hidup sebatang kara di dalam rumahnya, ditemukan tewas, Kamis (22/11). Kakek 75 tahun ini meregang nyawa di dalam kamar rumahnya, Dusun Wailawa 2, Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Belum diketahui pasti penyebab kematian korban yang hidup sendirian di rumahnya tersebut. Pihak keluarga menolak otopsi, karena menduga korban meninggal karena sakit. Mereka telah mengikhlaskan kepergian korban untuk selamanya.

Fredo Tan, orang yang pertama kali menemukan jenasah korban, mengaku terlebih dahulu mencium bau menyengat yang keluar dari dalam rumah tetangganya itu. Awalnya Fredo menduga bau busuk itu adalah bangkai hewan yang mati.

“Beta (Saya) cium bau busuk yang keluar dari dalam rumah Tete Ara. Beta lalu lihat melalui lubang yang ada di belakang rumahnya. Beta lihat Tete Ara tidur di atas tempat tidurnya dengan tubuhnya terlihat bengkak dan banyak lalat yang mengurungnya,” kata Fredo kepada Kabar Timur di TKP, kemarin.

Mendapati korban dengan posisi terlentang dan hanya mengenakan celana pendek, Fredo memberitahukan sejumlah warga setempat. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kawasan Bandara, yang terdekat dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saat beta lia Tete Ara, beta beritahukan kepada warga. Dan warga melaporkan ke Polsek Bandara,” terangnya.

Fredo menuturkan, korban hidup sendirian. Kakek asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini belum menikah. Aktivitasnya sehari-hari adalah seorang petani. “Tete Ara ini belum menikah. Dia hidup sendiri di rumah ini. Dia biasanya naik Kelapa. Tete Ara ini orang Timur (NTT),” ungkapnya.

Sebelum ditemukan tewas, sehari sebelum Fredo melihat korban duduk di depan rumahnya. Saat itu dirinya hendak pergi melaut pada malam hari.

“Saat beta akan pergi ke pantai tadi malam (kemarin) beta lihat Tete Ara ada duduk sendiri di depan rumah. Dan saat kembali tadi pagi, beta cium bau busuk seperti ada bangkai hewan,” jelasnya.

Dia mengatakan, bau menyengat yang keluar dari dalam rumah korban, diciumi sejumlah tetangganya. “Beta bangun tadi sekitar jam 11.00 WIT. Warga juga bilang mencium bau. Beta lalu mengintip di lubang rumah korban. Saat itu sekitar jam 11.30 WIT,” sebut Fredo.

Kepala Polsek Teluk Ambon IPDA Julkisno Kaisupy yang ditemui di TKP, mengaku pihaknya akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Namun keluarga korban menolak, karena mereka telah mengikhlaskan kematiannya.

“Kasus penemuan mayat ini awalnya di laporkan ke Polsek Kawasan Bandara. Dan dari Polsek Bandara meneruskan ke kami yang memiliki wilayah hukum TKP. Kami mau otopsi, tapi keluarga menolaknya,” kata Julkisno kepada wartawan.

Untuk mengantisipasi adanya komplen dikemudian hari, Polsek Teluk Ambon telah meminta pihak keluarga membuat dan menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi. “Keluarga sudah membuat surat penolakan otopsi. Kami sudah terima,” jelasnya.

Dikatakan, setelah olah TKP dilakukan tim identifikasi dari Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, korban langsung dimakamkan pihak keluarga. “Rencananya setelah ini, korban langsung disemayamkan oleh keluarga. Mereka saat ini sedang mempersiapkannya,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga