Sekilas Info

Gagal Embani Tugas, Warga Desak Ganti Pjs Hila

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Pejabat Sementara (Pjs) Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Sigit Sanduan dinilai gagal menjalankan tugasnya. Terhambatnya penyerapan anggaran dan carut-marutnya pelayanan publik menjadi salah satu indikasinya.

“Kinerja Pjs Sigit memang gagal. Lihat saja, selain penyerapan anggaran lemah, pelayanan publik di Hila pun nampak carut-marut,”tandas salah satu tokoh pemuda Negeri Hila, Kasim Assawala kepada Kabar Timur di Ambon, Rabu (21/11).

Menurutnya, terhitung hampir setahun menjabat, beliau (Sigit-red) jarang berada di Hila dan segala pengurusan harus melalui sekretaris desa, Patty Moni. Pertanyaannya, Sigit diangkat sebagai apa saja?

“Inikan tidak mestinya terjadi. Seseorang ketika diangkat memimpin suatu desa, mestinya yang bersangkutan selalu berada di tempat. Itu penting sehingga ketika ada warga yang hendak mengurus surat-surat yang memerlukan tanda tangan Pjs, maka warga tidak lagi kerepotan mencari dimana Pjs berada,”katanya.

Dia mengaku, Pjs Hila lebih sering berada di luar desa dan menetap di kediamannya di Desa Poka. Dari sinilah, pantas saja tugasnya untuk mempercepat pengangkatan raja defenitif menjadi berlarut-larut.

“Jika yang bersangkutan selalu berada di Hila, maka koordinasi dengan saniri untuk mempercepat pengangkatan raja devinitif itu bisa berjalan dengan baik. Tapi selama ini kan tidak, Sigit lebih benyak diluar desa dan mungkin lebih memprioritaskan desa Assilulu yang mana juga dipimpin Sigit,”tandasnya.

Bagi dia, jika Pjs Dsigit masih tetap saja acuh dengan kondisi pemerintahan di Hila, maka pelayanan publik pun akan selamanya ikut terganggu. “Kalau pimpinan cuek bebek ya makin panas situasinya. Kasihan pelayanan publik jadi ikut terganggu,” tegasnya.

Selain Pjs Sigit, Asawala juga mengaku kesal dengan keberadaan saniri Negeri Hila. Meskipun pemerintahan Negeri Hila terkesan amburadul, namun saniri sepertinya acuh dengan kondisi tersebut.

“Saniri negeri Hila juga sangat tidak aktif. Sebagai dewan negeri, mestinya saniri bergerak cepat dan mengusulkan untuk pengangkatan raja devenitif. Bukan diangkat oelh masyarakat untuk duduk diam dan tidak memperjuangkan apa yang diinginkat warga,”katanya.

Untuk itu, dia meminta Bupati Malteng Abua Tuasikal bisa mengevaluasi Pjs Hila dan bila perlu diganti karena tidak amanah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab. Dia juga mengusulkan kepada empat kepala Soa diantaranya Soa Nusatapy, Soa Totohatu, Soa Malakone dan Soa Upua Telu segera mengagendakan rapat untuk menggantikan saniri Hila yang selama ini dinilai tidak aktif.

“Saya harap Pak Bupati Abua bisa melihat keresahan kami warga Hila. Sebab, selama ini Pak Sigit jarang berada di Hila dan sangat gagal menjalankan fungsinya. Juga bagi masing-masing kepala Soa agar mengusulakan pergantian anggota saniri karena saniri tidak aktif untuk melihat persoalan yang terjadi,”kuncinya. (MG3)

Penulis:

Baca Juga