Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

BPK Rampungkan Kasus Korupsi Sahran Umasugy

badge-check

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Akhirnya BPK RI merampungkan tinjauan “on the spot” di Namlea dalam rangka audit penghitungan kerugian keuangan negara perkara korupsi proyek Water Front City (WFC) Kabupaten Buru. Bahkan Jumat pekan kemarin, semua sampel material tanah timbunan dari lokasi proyek telah dikirim ke Bandung, Jawa Barat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Maluku Samy Sapulette menyatakan seluruh rangkaian on the spot telah diselesaikan tim BPK RI didampingi sejumlah penyidik Kejati. “Proses klarifikasi terhadap semua pihak sudah selesai. Jumat kemarin, tim BPK RI bawa sampel material yang di bandara itu ya, yang dipakai untuk pembangunan WFC. Itu di bawa uji lab di Politeknik Bandung,” kata Samy kepada Kabar Timur, Sabtu (17/11).

Dengan berakhirnya seluruh kegiatan on the spot, menurut Samy, tim penyidik Kejati Maluku tinggal menunggu audit finaldiselesaikan oleh pihak BPK RI. Hasil audit tersebut adalah besaran pasti nilai kerugian keuangan negara yang timbul dalam perkara korupsi proyek WFC.

Adik Bupati Buru sahran Umasugy, PPK proyek Sri Julianti, Konsultan Pengawasan M Ridwan Pattilouw dan Memed Duwila, orang dekat Sahran Umasugy semuanya bersatatus tersangka dalam perkara ini.

Sebelumnya, Kepala Seksi Penyidikan Kejati Maluku Abdul Hakim mengatakan, pihaknya baru menahan Sahran Umasugy Cs, setelah pihaknya mengantongi Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPKN) oleh BPK RI.

Abdul Hakim menambahkan, LHPKN akan menjadi data bagi tim penyidik Kejati, sebelum menyita aset pribadi Sahran Umasugy guna menutupi kerugian keuangan negara yang timbul. Sejauh ini Sahran baru mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 500 juta dari nilai estimasi penyidik terhadap kerugian sebesar Rp 1,7 miliar. (KTA)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku