KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Pemkot Tual dituding tidak punya kepedulian terhadap warga yang jadi korban pembakaran massa di kompleks Lupus, Kecamatan Dullah Utara (23/9) lalu. Di lain pihak Polres Malra dinilai memelihara konflik karena pelaku pemerkosaan maupun pembakaran belum juga ditangkap.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tual-Malra Jalil Yamlean mengatakan, puluhan warga Lupus yang mengungsi tidak mendapatkan pelayanan seperti lazimnya masyarakat yang terkena bencana. Faktanya, warga pengungsi ini terkatung-katung di halaman-halaman rumah warga lain atau keluarga.
“Kami heran, tidak ada daya tanggap dari Pemkot Tual. Warga menderita dibiarkan tambah menderita, sangat tidak manusiawi dan melanggar HAM juga ini,” ujarnya kepada Kabar Timur, melalui telepon seluler, tadi malam.
Menurut Jalil sebagai pelayan masyarakat, seharusnya Pemkot tanggap terhadap kondisi yang dihadapi warga. Dengan menyiapkan tempat penampungan sementara bagi pengungsi tersebut. “Kami akan gelar aksi di Tual dan Malra, jika Pemkot masih tutup mata terhadap pengungsi,” cetusnya.
GMNI juga menuding aparat penegak hukum Polres Malra yang belum bisa mengungkap pelaku pemerkosaan maupun pelaku pembakaran terhadap 10 rumah milik warga Lupus. Sementara itu Kuasa Hukum warga Lupus, Ibrahim Yamlean menyatakan akan melaporkan kinerja Polres Malra ke Mabes Polri.
Dia menilai Polres lambat menangani kasus pembakaran dan pengrusakan tersebut.”Saya akan melaporkan kejadian ini ke Mabes Polri, agar ada presure dari atas, soalnya saya melihat nanti kita buat laporan baru diproses,” ujar Ibrahim dihubungi terpisah.
Dia mengaku yakin Polisi memiliki kemampuan menangkap pelaku kejahatan. Sebut saja kasus penyekapan terhadap warga di Pulau Gadu beberapa waktu lalu, hanya dalam waktu 15 menit setelah sampai di TKP pelaku diringkus.
Tapi kasus pembakaran, Polisi punya rekaman video tapi para pelaku tidak mampu ditangkap.”Masa polisi tidak bisa cari pelakunya, kalau tidak tahu cari informasi, tangkap saja bapa rajanya saja pasti tahu para pelakunya siapa,” ingatnya. Apalagi berdasarkan laporan masyarakat bapa raja yang pimpin, massa,” ungkap Yamlean



























