KABARTIMURNEWS.COM,MASOHI-Kepe-mimpinan Bupati Tuasikal Abua terus berupaya mendorong pembangunan di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Pemda Malteng menemukan formula baru untuk menerima informasi dari seluruh stakeholder yakni: program Walang Inovasi.
Strategi Walang Inovasi sedianya bertujuan mewujudkan Kabupaten Malteng sebagai Jendela Indonesia Timur (JIT).”Walang adalah tempat. Inovasi adalah perubahan, kerja, berfikir, bercerita, membuat gagasan atau pikiran-pikiran baru untuk melakukan perubahan,” kata Plt Sekda Malteng sekaligus Kepala Bapplidbangda Kabupaten Malteng Rakib Sahubawa, kepada awak media, Jumat (3/9).
“Intinya Walang adalah tempat berkumpul dan bercerita, membuat gagasan. Kemudian di buat dalam rencana-rencana inovasi. Rencana itu dilaksanakan kemudian dikendalikan, dievaluasi dan selanjutnya dipublikasi,” jelasnya.
Bupati Malteng, Abua Tuasikal bertindak sebagai mentor, Firdaus Hafid selaku coach dan Reformer Rakib Sahubawa. Terobosan program Walang Inovasi ini, kata Sahubawa, Kabupaten Malteng akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, karena sesuai visi-misi bupati dan kebijakan Presiden Joko Widodo. “Saya mengambil program Walang Inovasi, agar pola kerja lebih baik yaitu, berpikir beda, berbuat beda, lakukan perubahan mencapai hasil yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Dijelaskanya, Walang Inovasi didalamnya terdapat keterwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), alumi diklat, yang nantinya akan berbagai ide-ide segar untuk melakukan perubahan atau perbaikan lebih cepat.



























