KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Perkembangan sektor pariwisata di Maluku terus menunjukan hasil positif. Tercatat, sepanjang 2018, jumlah kunjungan wisatawan di Maluku meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Maluku, Nenia S. Rahantoknam, mengatakan rata-rata wisatawan berkunjung ke Maluku untuk menyaksikan acara pariwisata tahunan. Festival Teluk Ambon dan Ambon-Darwin Yatch Race adalah salah satunya.
“Sepanjang 2018 ada peningkatan 20 persen jumlah wisatawan di Maluku. Jumlah ini meliputi wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Rahantoknam di Ambon, kemarin.
Jika terus berlanjut, kata dia, diperkirakan target 25.000 kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun lokal di 2018 akan terwujud. Apalagi, masih banyak agenda pariwisata di Maluku yang belum digelar.
Misalnya Festival Meti Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Festifal Bumi Bupolo di Buru Selatan dan Festifal Cuci Parigi di Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, serta Festival Pesona Aru di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Kita terus upayakan agar jumlah kunjungan wisatawan di Maluku terus meningkat hanha melalui promosi. Sebab semua ivent ini adalah milik pemerintah kabupaten masing – masing ,” ujarnya.
Sementara itu, hingga kini hanya tiga objek wisata yang menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata Maluku. Diantaranya, Pantai Hunimua di Desa Liang, Maluku Tengah, Gong Perdamaian Maluku serta Pantai Namalatu di Desa Latuhalat, Kota Ambon.
Pada kesempatan itu, Nenia surat yang diterima Dinas Pariwisata Maluku pada 21 Juli 2018 nomor: OT.001/2/3/NT/2018 itu berkaitan dengan pembentukan tim manajemen krisis kepariwisataan. Bukan lebih mengarah kepada potensi pariwisata yang melimpah namun tidak digali secara maksimal. Akibatnya terjadi krisis pariwisata di Maluku.



























