Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

KCI: Kalau Pilkada Curang Quick Count Kami Meleset!

badge-check

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Soal diterima atau tidak MK yang tentukan. Khan MK harus lakukan kajian dulu, seperti apa legal standing itu.

Pleno petapan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku periode 2019-2023 yang sedianya dilakukan 12 Juli, kemarin akhirnya ditunda oleh KPU Maluku, hingga ada putusan tetap Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan paslon Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath.

Paslon nomor urut tiga akronim HEBAT ini mengklaim adanya pelanggaran Pilkada Maluku 2018 secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Namun lembaga survei KCI-LSI menyatakan, siapa menang siapa kalah di Pilkada tersebut telah diprediksi secara presisi atau akurat, kecuali terjadi TSM.

Kepada Kabar Timur, tadi malam Manajer Strategis Konsultan Citra Indonesia (KCI)-Lembaga Survei Indonesia (LSI) Network Ikrama Masloman memastikan indikasi pelanggaran pemilu di Pilkada Maluku lalu tidak ditemukan. “Kalau pelanggaran Pilkadanya, memang tidak terkonfirmasi di data kami,” aku Masloman dihubungi, Kamis (12/7) melalui telepon selulernya.

Menurut dia, KCI-LSI tidak bisa mendeteksi kecurangan, golput maupun migrasi suara jelang Pilkada. Sehingga indikasi kecurangan hanya dapat tergambar dari hasil akhir hitung cepat. “Tapi kalau Pilkada ada kecurangan, hasil quick count kami akan meleset jauh dari margin of error yang ditetapkan,” katanya.

Dijelaskan, metode KCI-LSI Network berbeda dengan kebanyakan lembaga survei lain di Indonesia. Kelebihan dari metode quick count KCI-LSI Network, hasil akan presisi atau akurat dengan asumsi tidak terjadi kecurangan Pilkada. Sedang kelemahannya hitung cepat akan meleset kalau terjadi kecurangan.

Nyatanya, prediksi KCI-LSI melalui quick count atau hitung cepat usai pencoblosan 27 Juni lalu, tidak meleset, bahkan di bawah margin of error 1 persen. Suara untuk masing-masing paslon berdasarkan data masuk 100 persen di SMS Center KCI-LSI untuk paslon nomor urut 1 Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) sebesar 31 persen. Paslon nomor urut 2 Murad Ismail-

Barnabas Orno (BAILEO) 40,97 persen. Sementara paslon nomor urut 3 Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT) 28,03 persen. Dengan tingkat partisipasi pemilih sebesar 73,71 persen.

Sekadar tahu saja, hasil pleno perhitungan perolehan suara di KPU Maluku 9 Juli 2018 lalu, yang tertuang di dalam formulir DC1.KWK, SANTUN mengantongi 31,84 persen suara (251.036 suara), BAILEO 40,43 persen (328.982 suara). Disusul HEBAT di nomor buntut 27,73 persen (225.636 suara) dengan 814.038 suara sah, dan tingkat partisipasi pemilih mencapai 70,79 %.

TIM HUKUM HEBAT RAGU GUGATAN DITERIMA

Sekadar tahu, gugatan HEBAT telah diajukan ke MK sejak 10 Juli 2018, oleh ketua tim hukum Hendry Lusikooy, ditandatangani dua kuasa hukum HEBAT, Anthony Hatane dan Yanni Tuhurima.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Kodaeral Ambon Teken Pakta Integritas Transparansi Penerimaan Anggota Baru

14 Januari 2026 - 00:57 WIT

Desak “Presure” BPK Percepat Audit Korupsi PT Gidin Bipolo

12 Januari 2026 - 00:35 WIT

Polresta Ambon Kampanye Damai Jaga Situasi Kondusif

12 Januari 2026 - 00:15 WIT

Megakorupsi Rp 41,5 Miliar di PT Bipolo Gidin Bursel Tunggu “Ketuk Palu” BPK RI

8 Januari 2026 - 21:35 WIT

Waspadai Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter di Perairan Maluku

8 Januari 2026 - 21:10 WIT

Trending di Maluku