Sekilas Info

Orang Dalam Pencuri Komputer Disdukcapil Menguat

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURNEW

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Dugaan keterlibatan orang dalam di kasus pencurian dua perangkat komputer milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon, menguat.

Menguatnya keterlibatan orang dalam yang mencuri komputer pembuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik (eKTP), itu setelah aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi.

“Sudah 10 orang saksi yang kami periksa. Diduga pelakunya adalah orang dalam,” kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP. R.E. Hadikusuma kepada wartawan, kemarin.

Tapi siapa pelaku misterius yang nekat mencuri didalam kantornya sendiri, serta apa modus dibalik pencurian itu, masih dalam penyelidikan.

“Kita masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti lapangan. Semoga pelakunya dapat ditemukan,” harapnya.

Untuk diketahui, sejak komputer hilang dicuri orang tak dikenal, proses pelayanan pembuatan eKTP langsung ditiadakan. Dan baru normal kembali pada 10 Juli, lalu. Kendatian demikian, pelayanan pembuatan eKTP hanya menggunakan satu unit komputer.

Sebelumnya, dua perangkat komputer (Monitor dan CPU), yang digunakan untuk membuat eKTP di Disdukcapil Kota Ambon, itu dicuri pada 6 Juli, dini hari lalu.

Dugaan keterlibatan orang dalam menguat menyusul satu unit komputer, sebuah print, alat scane dan speaker (pengeras suara) di ruangan yang sama masih tersisa.

“Kalau pencuri batul, pasti semua barang berharga yang didepan mata diambil. Tapi ini kok pencuri menyisahkan satu unit komputer, printcetak, dan speaker. Sepertinya pencuri ini sangat baik,” kata seorang pegawai Disdukcapil kepada Kabar Timur.

Dia menduga keterlibatan ada keterlibatan orang dalam. Pasalnya, ruangan yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak tampak ada tanda-tanda kerusakan seperti bekas alat keras saat membobol pintu, atau melewati jendela.

“Setiap habis kerja pintu dan jendela di kunci. Kalau pencuri masuk, mereka lewat mana? Soalnya tidak ada bekas cungkil atau pintu dan jendela yang rusak,” duganya heran.
Jika benar pencuri itu orang dalam, pegawai yang meminta namanya tidak disebutkan ini belum mengetahui penyebab sehingga komputer-komputer itu terpaksa dicuri. Tapi pasca hilang,

Disdukcapil langsung mengeluarkan surat pemberitahuan kepada masyarakat yang dipajang di kaca jendela, depan ruangan pengurusan KTP.

“Diberitahukan kepada seluruh masyarakat telah terjadi kehilangan dua unit komputer pencetakan KTP-El di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon, hari Kamis 5 Juli 2018, maka pelayanan KTP-El untuk saat ini di tiadakan. Pelayanan KTP-El akan dimulai sampai ada pemberitahuan selanjutnya,” demikian bunyi isi surat pemberitahuan.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum dan Kepegawaian, Ibu Manusiwa yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya insiden itu. Dikatakan, dua komputer yang dicuri pelaku misterius, milik unit pencatatan dan pencetakan eKTP. Ia mengaku, kehilangan tersebut telah mengganggu proses pelayanan, khususnya pembuatan KTP.

Meski begitu, tambah Manusiwa, pelayanan lainnya seperti pembuatan kartu keluarga, surat ijin pindah, akte kelahiran, surat nikah dan yang lain selain KTP-El tetap berjalan seperti biasa.

Menurutnya, hilangnya dua unit komputer diketahui setelah pegawai Disdukcapil mulai masuk kantor pada pagi hari kemarin. “Tadi pagi pas kita masuk baru ketahuan. Berarti mungkin sudah dari malam komputer dicuri,” kata Manusiwa menduga.

Kehilangan tersebut, kata Dia, telah dilaporkan kepada Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru oleh Kabid Pembuatan KTP. “Ibu kabid sedang lapor ke Pak Sekot. Atau mungkin langsung ke polisi. Saat ini belum kembali. Sehingga penyelesaiannya seperti apa kami belum tahu,” terangnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga