Sekilas Info

Hari Ini “Jawara” Pilkada Maluku Ditetapkan KPU

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURNEWS.COM

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Senin (hari ini) KPU akan tetapkan hasil Pilkada Maluku. Murad Ismail-Barnabas Orno “BAILEO” dipastikan jawaranya.

Terkait itu siapa sang jawara, Ketua KPU Maluku Syamsul Rifan Kubangun menyatakan, itu baru bisa diketahui setelah pleno yang dilakukan pihaknya hari ini. Disebabkan surat suara dari 10 kabupaten/kota, masih tersisa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang belum masuk.

Rifan memastikan pleno surat suara dari 11 kabupaten/kota tersebut dilakukan hari ini. Meski masih terkendala oleh klaim pihak Bawaslu, yang menyatakan adanya temuan di empat kecamatan di Buru Selatan. “Surat suara MBD masuk Ambon 9 Juli 20185. Tapi sebelum MBD kita akan sahkan Bursel lebih dulu,” aku Rifan.

Kepada Kabar Timur, Komisioner Divisi Data dan Informasi memastikan, surat suara dari Kabupaten MBD tiba di KPU Maluku pukul 16.OO WIT. Setelah tiba, sesegera mungkin dilakukan rekapitulasi terhadap surat suara tersebut.

Adanya surat suara yang diduga bermasalah dari Kabupaten Bursel, masih akan menjadi tanda tanya bagi KPU dan Bawaslu. Namun, pihak KPU beralasan, masalah tersebut merupakan temuan di tingkat KPU Maluku.

Bukan temuan rekapitulasi di jenjang sebelumnya, yakni KPPS, Kecamatan (PPK) maupun KPUD Bursel. Sesuai PKPU RI terkait, rekapitulasi mengedepankan proses yang berjenjang, sehingga sulit dianulir setelah dipleno di tingkat KPPS, PPK maupun KPUD.

Rekapitulasi jumlah suara di KPU Maluku, Sabtu pekan kemarin tanpa protes berarti dari ketiga paslon. Kecuali saksi tim Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath dan Bawaslu Provinsi Maluku yang sekali-sekali ngotot, mengungkap beberapa temuan maupun “kejadian luar biasa” selama proses pencoblosan di TPS hingga rekapitulasi suara di tingkat PPK, KPUD kabupaten/kota bahkan KPU Maluku.

Proses rekapan suara dengan ending pleno hasil rekapitulasi suara dari 10 kabupaten/kota minus Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) ini sempat diwarnai skorsing, ketika pleno terhadap surat suara dari KPUD Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Proses rekapitulasi di KPU Maluku dari pantauan juga dikawal ketat aparat Polri. Sejak tengah hari, personil Polri dari Satuan Brimobda Polda Maluku berpakaian lengkap dengan senjata siap dikokang, ditempatkan di sejumlah titik. Terutama di dalam kantor KPU.

Didukung dua unit canggih mobil penghalau massa, lengkap dengan peluncur gas air mata berdaya sensor tinggi berada di sisi kanan kantor KPU Maluku. Sementara beberapa petugas berpakaian preman, juga terlihat disebar di sejumlah titik. Mulai dari ruang Aula, depan kantor KPU, hingga radius puluhan meter dari kantor KPU Maluku.

Hingga datang, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Akhmad Wiyagus pukul 12.30 WIT di lantai dua tepatnya Aula KPU, guna memastikan, kesiapan jajarannya memback up pelaksanaan rekapitulasi surat suara yang datang dari sejumlah kabupaten kota itu.

“Kalau anda-anda ini darimana, wartawan?,” tanya Wiyagus ramah, kepada Kabar Timur dan salah satu wartawan TV nasional, setelah memeriksa aula KPU yang akan dijadikan ruang rekapitulasi suara. Didampingi beberapa perwira tinggi, Jenderal Polisi dengan bintang satu di pundak ini melangkah ke ruang lain di kantor KPU Maluku itu.

Ketatnya pengawalan Polri, juga tampak dari pemeriksaan yang dilakukan di depan tangga naik menuju Aula KPU oleh satu unit Satuan Sabhara yang turut dibackup personil dari unit Brimobda Maluku.

Para anggota KPUD kabupaten/kota, anggota Bawaslu Maluku maupun saksi tiga paslon diperiksa menggunakan detektor pelacak logam di tempat itu. Hal yang sama terjadi terhadap para kuli tinta yang akan meliput proses rekapitulasi di lantai dua kantor penyelenggara Pemilu itu.

Jalannya rekapitulasi relatif lancar, tak banyak interupsi disampaikan. Namun, ketegangan sempat terjadi bahkan memuncak saat Komisioner Bawaslu Paulus Titaley mempertanyak soal surat suara di empat kecamatan di Bursel.

Yaitu Kepala Madan, Fenafafan, Waesama dan, keempat kecamatan bagi Titaley yang didampingi Ketua Bawaslu Abdullah Ely dan anggota Astuty Usman masih bermasalah. Yakni sebanyak 116 surat suara yang diduga digelembungkan, dan terjadinya pencoblosan lebih dari satu kali. “116 surat suara yang dicoba diintervensi oleh KPUD Bursel. Dokumen itu yang belum dapat dipertanggungjawabkan,” kata Paulus Titaley dengan nada tinggi.

Meski Komisioner Hukum KPU Maluku Almudatsir Sangadji berusaha mematahkan, klaim Bawaslu, dengan memaparkan prinsip ‘Logis’ dan ‘Legis’ undang-undang terkait PKPU RI, tetap saja tim Bawaslu menolak. Ketua KPU Maluku Syamsul Rifan Kubangun menerima usulan anggota Bawaslu Maluku Astuti Usman, agar persoalan ini dibahas sebelum diplenokan hari ini.

Namun Ketua KPU Maluku ini menandaskan pihaknya tetap mengedepankan aturan. Yakni untuk menegakkan prinsip-prinsip perbaikan dalam penghitungan suara.

KPU Maluku telah merampungkan rekapitulasi perhitungan suara 10 dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku, Sabtu (7/7). Proses rekap ini belum berakhir, masih menunggu Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang belum menyerahkan surat suara karena terhambat transportasi dan cuaca ekstrim.

Namun KPU Provinsi Maluku memastikan hari ini hasil rekapan surat suara Pilgub Maluku di MBD akan tiba di tangan KPU Maluku. Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Maluku Hanafie Renwarin, usai skorsing rekapitulasi surat suara kepada kepada Kabar Timur menjelaskan, 11 kecamatan dari 17 kecamatan di MBD telah dihitung. Hanya tersisa 6 kecamatan yang belum dilakukan rekapitulasi suara.

Namun surat suara dari enam kecamatan, akui Renwarin, telah tiba di KPUD MBD di Tikur Sabtu, pekan kemarin. Hanya saja belum direkap, untuk menghormati ibadah umat Kristiani di daerah itu, akan dilanjutkan, malam harinya setelah ibadah tersebut.

Dia menyatakan, hasil rekapitulasi surat suara akan tiba di KPU Maluku hari ini. “Bisa dipastikan 17 Kecamatan di MBD sudah selesai. Sehingga hari Senin (hari ini) jam empat sore hasil rekapannya sudah tiba di KPU Provinsi untuk katong hitung,” tandas Renwarin.

Dari 10 Kabupaten yang telah dirampungkan rekapitulasi suara paslon nomor urut dua Murad Ismail-Barnabas Orno jauh memimpin dari dua rivalnya Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) dan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT).

Dipastikan jumlah suara paslon dengan jargon BAILEO ini akan terus bertambah dengan masuknya surat suara dari MBD yang merupakan basis utama Barnabas Orno.

Dari total hasil rekapitulasi Kabupaten/Kota di KPU Maluku paslon BAILEO tetap unggul dengan memperoleh 295.461 suara (38,64 persen) disusul SANTUN 246.871 suara (32,29 persen) dan HEBAT 222.275 suara (29,07 persen).

BAILEO unggul telak di 5 kabupaten. Yakni, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan 75.838 suara, diikuti SANTUN 57.504 suara dan HEBAT 46.349 suara. Kemudian Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) BAILEO 48.719 suara, diikuti SANTUN 29.384 suara dan HEBAT 24.060 suara. Kabupaten Buru Selatan BAILEO 27.513 suara, SANTUN 8.675 dan HEBAT 6.306 suara.

Sementara Kabupaten Buru BAILEO 39.168 suara, diikuti SANTUN 15.340 dan HEBAT 5112 suara. Kemudian, Kabupaten Kepulauan Aru, BAILEO juga unggul telak dengan 20.829 suara, disusul HEBAT 11.203 suara dan SANTUN 7.421 suara.

Sementara di Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) BAILEO harus mengakui keunggulan dua rivalnya. Di Kota Ambon BAILEO berada di urutan kedua dengan 46.139 suara setelah HEBAT 52.892 suara. Sedang paslon SANTUN dengan 41.249 suara.

Kota Tual menjadi ajang perebutan suara antara HEBAT dengan 12.869 suara yang dibuntuti SANTUN dengan 11.546 suara. Sementara BAILEO hanya mengumpulkan 7.786 suara.

Hal yang sama terjadi di Kabupaten Malra, paslon HEBAT unggul 28.158 suara, disusul SANTUN 21.686 suara. BAILEO muncul sebagai juru kunci, hanya dengan 6.035 suara. Sementara di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) SANTUN memenangkan pertarungan dengan 32.546 suara, disusul HEBAT 26.743 suara, sedang BAILEO kalah telak dengan 5.847 suara. (KTA)

Penulis:

Baca Juga