KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memastikan penerapan standar kesehatan dan mutu pada komoditas udang vaname yang akan diekspor ke Tiongkok.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Maluku Tengah, Senin (20/4), mengatakan penguatan standar dilakukan melalui penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) untuk memastikan seluruh proses produksi memenuhi ketentuan internasional.
“Hal ini kami lakukan untuk meningkatkan mutu udang vaname yang akan diekspor,” ujar dia.
Willy menjelaskan pihaknya juga memastikan penerapan biosekuriti, pengendalian penyakit, serta manajemen lingkungan berjalan optimal pada unit pembenihan sebagai hulu produksi yang berperan penting dalam menjamin kualitas benih.
Selain itu, tim turut meninjau fasilitas dermaga di Pelabuhan Opin guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta pemenuhan aspek perkarantinaan dalam proses distribusi dan ekspor.
“Melalui ‘monitoring’ dan surveilans CKIB, kami memastikan seluruh proses produksi hingga distribusi memenuhi standar yang dipersyaratkan negara tujuan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKHIT Maluku berkomitmen terus memberikan pendampingan teknis, pengawasan, serta fasilitasi kepada pelaku usaha guna meningkatkan daya saing produk perikanan daerah di pasar global.
“Ini menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar internasional, khususnya China,” ujar dia.
Berdasarkan data Best Trust Barantin tahun 2024, Kabupaten Maluku Tengah mencatat ekspor udang vaname ke Tiongkok sebesar 6.475 ton dengan nilai mencapai Rp477 miliar.
Sementara itu, pada awal 2025, nilai ekspor perikanan Maluku mencapai Rp448 miliar, dengan udang vaname menjadi komoditas unggulan yang mendominasi pasar ekspor. (AN/KT)


























