KABARTIMURNEWS.COM.AMBON- Peta politik Maluku kian memanas. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Maluku periode 2025–2030 resmi mengumumkan struktur kepengurusan baru yang tampil beda.
Di bawah komando Umar Ali Lessy, partai berlambang pohon beringin ini melakukan langkah taktis dengan memboyong barisan jurnalis senior ke barisan inti partai.
Langkah ini dinilai bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan strategi “perang opini” untuk memperkuat komunikasi politik dan penggalangan massa di Maluku, mendatang.
Berdasarkan SK DPP Partai Golkar Nomor: Skep-148/DPP/GOLKAR/2026, Golkar Maluku kini diperkuat oleh tokoh-tokoh yang selama ini dikenal tajam di dunia pers.
Masuknya para punggawa media ini menjadi sinyal kuat Golkar ingin tampil lebih terbuka, adaptif, dan dominan di ruang publik.
Beberapa nama jurnalis yang menduduki posisi strategis antara lain: Costavinna (Vony) Litamahuputty: Dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Penggalangan Opini dan Media Massa, Ilham Sipahutar: Menduduki posisi Wakil Ketua Bidang Eksternal., Joga Papilaya: Mengisi pos Wakil Ketua Bidang Kebijakan Pertahanan dan Reformasi Agraria, Safruddin (Dino) Umahuk: Menjabat Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah (Tual, Malra, Aru), dan Ongki Anakoda: Memperkuat Biro Penggalangan Opini dan Media Massa.
Menariknya, Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar Ali Lessy, juga merupakan tokoh yang berangkat dari dunia jurnalistik sebelum sukses di dunia usaha dan menjabat Staf Ahli Menteri ESDM. Dengan komposisi ini, Golkar Maluku seolah membangun “Dream Team” komunikasi politik.
TARGET BESAR
Dalam Rapat Pleno DPD I, Umar Ali Lessy memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader. Ia menetapkan tenggat waktu yang ketat untuk konsolidasi internal.
“Sesuai pedoman organisasi, pelaksanaan Musda DPD II kabupaten/kota harus tuntas paling lambat Juni 2025. Saya minta jajaran DPD I segera berkoordinasi dengan pimpinan daerah untuk percepatan ini,” tegas Umar.

Selain Musda, Golkar juga tancap gas dalam membentuk badan saksi hingga tingkat TPS dan penguatan ormas sayap partai. Targetnya jelas: 2026 adalah tahun konsolidasi total.
Untuk mengawal transisi kepengurusan ini, Pleno menetapkan Rohalim Boy Sangadji sebagai Ketua Panitia Pelantikan, didampingi Ridwan Rahman Marasabessy (Pengarah) dan Rudy Lailossa (Pelaksana). Pelantikan sendiri ditargetkan berlangsung khidmat pada awal Ramadhan mendatang.
“Mari kita satukan tekad, bergandengan tangan, dan bergerak bersama untuk merebut kembali kejayaan Golkar pada Pemilu 2029,” tutup Umar dengan nada optimis.
Dengan perpaduan politisi senior, pengusaha, dan jurnalis andal, Golkar Maluku kini resmi menancapkan taringnya, bersiap menjadi “raja udara” dalam narasi politik Maluku lima tahun ke depan. (KT)


























