KABARTIMURNEWS.COM.SAUMLAKI-Ketegangan memuncak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar setelah konflik antarwarga Desa Sangliat Krawain dan Desa Arui Bab pecah menjadi bentrokan berdarah, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Insiden tragis ini diduga kuat berakar dari sengketa lahan berkepanjangan yang memasuki tahap eksekusi pengadilan. Untuk meredam situasi, aparat gabungan dari Polres Kepulauan Tanimbar dan Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor langsung diterjunkan penuh ke lokasi konflik.
iInformasi yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan, peristiwa ini bermula pada Sabtu, 29 November 2025, sekitar pukul 15.00 WIT. Seorang warga yang tengah berkebun diserang sekelompok orang tak dikenal. Korban mengalami luka serius dan dikabarkan meninggal dunia.
Tak sampai dua jam kemudian, sekitar pukul 16.19 WIT, amarah massa tak terbendung. Aksi balasan meletus, mengubah perbatasan kedua desa menjadi medan konflik.
“Terjadi aksi balasan dan saling serang antarkedua kelompok warga,” jelas Kasi Humas Polres Kepulauan Tanimbar, Iptu Olofianus Batlayeri, mewakili Kapolres AKBP Ayani Minggu , 30 November 2025.
Akibat dari bentrokan tersebut, Empat orang mengalami luka-luka akibat serangan panah dan senapan angin. Selain itu, satu pondok kebun dan satu unit sepeda motor hangus dibakar massa.
PEMICU KONFLIK
Pihak kepolisian menduga, konflik mematikan ini merupakan buntut dari pelaksanaan eksekusi ketiga objek sengketa perkara perdata Nomor 51/Pdt.G/2015/PN Sml. Eksekusi ini dilakukan oleh Pengadilan Negeri Saumlaki atas permintaan warga Arui Bab (pemohon), namun ditolak keras oleh pihak warga Sangliat Krawain (termohon), yang kemudian memicu ketegangan yang berujung bentrokan.
Menanggapi situasi ini, personel gabungan kini bersiaga penuh dengan mendirikan posko pengamanan dan melakukan patroli intensif di perbatasan desa.
“Kami hadir untuk memastikan tidak ada lagi aksi anarkis dari pihak-pihak yang berkonflik. Kami berkomitmen mengusut tuntas insiden ini dan menindak tegas para provokator maupun pelaku tindak pidana sesuai hukum yang berlaku,” tegas Iptu Batlayeri.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi telah terpantau kondusif, namun pengamanan tetap diperketat untuk mencegah konflik susulan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat. (KT)


























