KABARTIMURNEWS.COM.AMBON- Kepolisian Resor (Polres) Tual, Maluku meluncurkan Baileo Emarina atau Rumah Damai yang merupakan program inovatif berbasis kearifan lokal sebagai ruang dialog dan penyelesaian masalah sosial secara damai di tengah masyarakat.
“Baileo, dalam tradisi Maluku adalah rumah adat tempat masyarakat bermusyawarah, kini hadir dalam wujud baru sebagai Baileo Emarina. Tempat ini menjadi rumah singgah bagi kita semua untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik dengan semangat kekeluargaan,” kata Kapolres Tual AKBP Adrian S.Y. Tuuk, di Ambon, Jumat.
Peluncuran Baileo Emarina berlangsung di kawasan Pasar Baru Tual, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan.
Kapolres menjelaskan Baileo Emarina merupakan bagian dari inisiatif Polda Maluku dalam menghidupkan kembali semangat musyawarah adat khas Maluku melalui pendekatan budaya.
Menurut AKBP Adrian, Baileo Emarina tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga sarana nyata dalam mencegah konflik sosial, memperkuat komunikasi antarwarga, serta membangun sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat.
“Peluncuran Baileo Emarina bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal perjalanan panjang dalam merawat kedamaian dan kerukunan di Bumi Maren,” tegasnya.
Kegiatan peluncuran turut diisi dengan penyerahan paket sembako kepada perwakilan masyarakat, sesi foto bersama, serta diskusi Kamtibmas yang diikuti antusias oleh warga dan para tokoh masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Wali Kota Tual Gufroni Rahanyamtel, Kasat Binmas Iptu C. Waas, Kapolsek Dullah Selatan Ipda Muhammad Said, perwakilan Dandim 1503/Tual, Babinsa, para kepala desa dan lurah, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Kapolres Tual mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial di Kota Tual.
“Mari kita terus bersatu padu, menguatkan persaudaraan, dan menjadikan Kota Tual sebagai contoh nyata dalam merawat perdamaian,” ucapnya.
Menurut dia ini merupakan inovasi kepolisian yang berpijak pada nilai-nilai kultural masyarakat Maluku. Pendekatan berbasis budaya ini menjadi alternatif solutif dalam menciptakan keamanan yang humanis dan partisipatif.
Dengan menghidupkan kembali semangat musyawarah adat, Polres Tual menginginkan perdamaian sejati tumbuh dari akar budaya dan kesadaran bersama untuk hidup rukun dalam bingkai persaudaraan. (AN/KT)


























