KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Maluku miliki potensi perikanan kelautan terbesar di Indonesia. Kekayaan laut yang melimpah, dengan luas wilayah laut mencapai 92,4 persen dan produksi perikanan tangkap mencapai 4,69 juta ton per tahun.
Provinsi dengan sebutan Bumi Raja-Raja ini, merupakan salah satu lumbung ikan nasional, dengan sumbangan produksi perikanan tangkap sekitar 10,08 persen dari total produksi perikanan tangkap Indonesia.
Potensi yang dimiliki negeri seribu pulau tersebut, tersebar di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), 714 (Laut Banda), 715 (Laut Seram dan Teluk Tomini), dan 718 (Laut Arafura dan Laut Timor).
Sayangnya kekayaan perikanan yang dimiliki tidak dirasakan sepenuhnya baik untuk daerah, maupun masyarakat Maluku yang masih terbelenggu dengan kemiskinan.
Menariknya dari hasil kajian yang dilakukan Konsorsium Pemuda Seram, terdapat kebocoran penangkapan untuk tiga zona WPP. Hanya saja, data yang tersebut masih perlu di elaborasi dengan Dinas Kelautan Dan Perikanan Maluku.
“Sehingga kita minta supaya data itu di soundingkan lagi dengan data dari dinas kelautan dan perikanan, sehingga kita bisa mendapatkan data yang valid,” ujar Wakil Ketua Komisi II John Laipeny kepada wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Senin (26/5).
Kendati demikian kata dia, data yang disampaikan konsorsium pemuda seram tentunya akan disatukan menjadi data valid untuk nantinya disampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Dengan kajian mereka, berarti semua stakeholder resah terhadap penerimaan PAD, begitu dana bagi hasil dari Jakarta terhadap lautan yang begini luas, hasil melimpah, tapi kita semua orang Maluku masih di bawah garis kemiskinan. Sehingga data itu valid untuk sama-sama berjuang ke Kementerian,”tuturnya.
Laipeny mengungkapkan sejalan dengan program, Gubernur, Hendrik Lewerissa, untuk hilirisasi sektor perikanan, selama ini, Maluku hanya bergantung dengan dana transfer pusat hanya Rp 3,3 triliun. Sehingga perlu ada gerakan, agar ada perhatian pemerintah pusat, terhadap kekayaan perikanan yang seharusnya benar-benar dinikmati oleh rakyat Maluku.
“Kita kaya, dampaknya sangat besar terhadap proses pengiriman anggaran tersebut. Sehingga mau tidak mau kita harus bereaksi terhadap dana bagi hasil kita di sektor perikanan,”sergahnya.
Dari langkah konsorsium pemuda seram sebutnya, seluruh elemen masyarakat Maluku diajak untuk peduli dan sadar, dengan menyumbangkan pikiran dan data terhadap perikanan, untuk nantinya diperjuangkan ke pusat.
“Kita harus satu suara, mendukung Gubernur dalam program hilirisasi sektor perikanan,”pintanya. (KTL)


























