KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Dinas Pertanian (Distan) Maluku, menjaga ketersediaan stok daging sapi, selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, dengan memprioritaskan konsumsi masyarakat di dalam daerah.
“Menjelang hari-hari besar keagamaan kita selalu berlakukan kebijakan buka tutup untuk menjaga stok kebutuhan daging di daerah agar tetap tersedia,”ungkap Kepala Distan Maluku Ilham Tauda kepada wartawan di kantor Gubernur, kemarin.
Lauda menyebutkan sistim ini diberlakukan sebab produksi sapi di provinsi seribu pulau ini, mengalami surplus namun DIstan Maluku tetap memprioritaskan kebutuhan di dalam daerah.
“Rata-rata konsumsi masyarakat yang berkaitan dengan sumber protein masih didominasi daging ikan, sedangkan daging sapi masih kurang. Alhasil produksi daging sapi mengalami surplus sehingga dipasok ke beberapa wilayah di luar Maluku, misalnya Papua dan Sulawesi,”ungkapnya.
Dikatakannya lagi, guna menjaga lonjakan kenaikan harga karena minimnya keterserdian stok daging, maka pihaknya lebih prioritaskan bagi masyarakat di wilayah Maluku.
“Yang kami takutkan jika daging lebih banyak dikirim ke wilayah lain di luar Maluku, akan menyebabkan kekurangan stok di dalam daerah. Sehingga bisa saja memicu terjadinya kenaikan harga daging sapi. Untuk meminimalisir hal itu, maka kami tetap prioritas untuk ketersediaan daging di dalam daerah. Intinya kita selalu melakukan prinsip hati-hati serta mempertimbangkan stok di daerah ternak sapi,”pungkas Lauda
Sebagaai informasi daerah ternak sapi di Provinsi Maluk diantaranya Pulau Seram, Buru, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Tanimbar.(KTL)


























