Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Malteng

Komunitas MCC Program Rumah Pengering Bagi Warga Banda Neira

badge-check


Komunitas MCC Program Rumah Pengering Bagi Warga Banda Neira Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Komunitas Moluccas Coastal Care (MCC) mengadakan program rumah pengering pertanian teknologi sederhana di Banda Neira dalam rangka upaya membantu masyarakat pulau-pulau kecil di tengah ancaman krisis iklim.

“Rumah pengering pertanian teknologi sederhana ini dibuat untuk membantu masyarakat pulau-pulau kecil di tengah ancaman krisis iklim di Banda Neira,” kata Direktur MCC Teria Salhuteru, Ambon, Senin.

Teria mengatakan, sudah sejak 2021 Komunitas MCC membangun rumah pengering pertanian di pulau-pulau kecil untuk mengoptimalkan pengolahan pasca panen komoditas pertanian/perkebunan.

Rumah pengering sederhana dibangun di Desa Lonthoir Pulau Banda Besar dan Pulau Rhun, Kecamatan Banda Kabupaten, Maluku Tengah. “Dan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai komoditas seperti pala, cengkih, kenari dan lainnya yang dihasilkan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengaku, program ini bermula saat MCC mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Yayasan Ekosistem Nusantara dengan menghadirkan Indonesian Society for Social Transformation (Insist) sebagai narasumber dan juga fasilitator yang melatih masyarakat untuk membuat beberapa teknologi sederhana demi mengembangkan sektor pertanian, salah satunya adalah merancang rumah pengering.

Sebagai organisasi masyarakat yang memiliki pengalaman panjang di tengah masyarakat, Insist memiliki berbagai metode dan pendekatan dalam pengorganisasian masyarakat termasuk dalam sektor pertanian dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di pulau-pulau kecil.

“Melalui bekal ilmu dari pengalaman panjang Insist, teman-teman MCC melakukan modifikasi dan merancang rumah pengering sederhana sesuai dengan ketersediaan bahan yang mudah ditemukan masyarakat serta dengan anggaran yang terjangkau,” ungkap Teria.

Rumah pengering sederhana itu dibuat berukuran panjang 7 meter, lebar 5 meter dan tinggi 4 meter. Rangka rumah pengering berasal dari kayu dan bambu kemudian diselimuti oleh plastik UV yang bermanfaat untuk menyerap panas matahari dan menyimpan panas secara maksimal dalam ruang rumah pengering.

Di dalam rumah pengering dibuat tiga level rak untuk menjemur komoditas yang ingin dikeringkan. Rumah pengering sederhana ini dirancang untuk menampung kapasitas satu ton komoditas.

Koordinator MCC Program Edukasi Kepulauan Banda, Cyecilia Pical mengaku, selama dua tahun terakhir masyarakat di Lonthoir dan Rhun memanfaatkan rumah pengering secara gratis untuk mengeringkan hasil perkebunan seperti biji pala, fuli, cengkih, kenari, kopra, bahkan ikan asin.

“Masyarakat sangat merasakan manfaat rumah pengering. Awalnya mereka harus menjemur hasil pertanian/perikanan di sepanjang jalan yang mana kualitas kebersihan tidak terjaga, karena terkontaminasi oleh aktivitas manusia maupun ternak di sekitar,” katanya.

Sementara itu, salah seorang petani Kenari, Masita mengatakan awalnya hanya menjemur kenari secara manual di jalan setapak kecil di depan rumahnya. “Setelah menjemur kenari pada rumah pengering, dapat meningkatkan efisiensi waktu pengeringan serta meningkatkan jumlah produksi kenari kering yang dihasilkan,” kata Masita.

Ia menyebutkan, sekali menjemur ia dapat menjemur 500 kilogram kenari dalam 5-6 hari, sehingga ia harus mempekerjakan kelompok ibu-ibu di lingkungannya dalam membantu proses produksi. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Pelni Ambon Ganti Kerusakan Rumah Warga Akibat Ditabrak Kapal

29 April 2026 - 10:45 WIT

Polisi Sebut Kapal Tabrak Permukiman di Banda Disebabkan Gangguan mesin

29 April 2026 - 10:38 WIT

Perkuat Benteng Hukum, Pemkab Malteng Sekaligus Resmikan Identitas Warga Naulu

28 April 2026 - 17:37 WIT

PPN Ambon Gandeng UPI Perkuat Usaha Perikanan

28 April 2026 - 09:51 WIT

Pemprov Maluku Gandeng Kadin Berdayakan UMKM Buka Investasi

28 April 2026 - 09:45 WIT

Trending di Ekonomi & Bisnis