KABARTIMURNEWS, AMBON – Peristiwa bunuh diri dengan cara menggantung diri gunakan seutas tali kembali terjadi di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Minggu (16/7).
Kali ini, Dominggus Otlief Falauf (45), warga Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali bekas ayunan bayi.
PS Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janete S. Luhukay yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Korban gunakan tali nilon warna biru untuk akhiri hidupnya. Tali itu merupakan tali bekas ayunan bayi,”katanya.
Dikatakannya, berdasarkan keterangan saksi yang merupakan kaka kandung korban, yakni Syane Fakauf (49), awalnya saksi selesai memasak dan memanggil suaminya yang sedang cuci motor untuk makan siang sekira pukul 12.55 WIT.
“Kemudian suaminya kembali menyuruh saksi untuk membangunkan Dominggus Otlief Falauf (korban), yang sementara tidur didalam kamar untuk makan siang bersama-sama,” paparnya.
Saat membangunkan korban, dengan cara mengetuk pintu kamar yang dikunci dari dalam, tak ada tanggapan atau jawaban apapun dari Dominggus Otlief Falauf.
“Saksi lalu mengambil kursi dan menaruhnya di depan pintu kamar korban dan suami saksi langsung melihat dari Fentilasi pintu kamar, ternyata Korban sudah dalam Kondisi Mengantukan Diri,”terangnya.
Melihat hal tersebut, suami saksi kemudian mendobrak pintu kamar korban dan langsung menggendong. “Lalu dibantu oleh keluarganya untuk memotong tali, kemudian saksi langsung menaruh korban diatas tempat tidur,”ujarnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga korban, Dominggus Otlief Falauf dengan sendirinya telah mengatakan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.
“Korban mengatakan kepada saudaranya bahwa ia ingin akhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Bahkan korban sempat mencari tali di lokasi rumah hingga Pukul 06.00 WIT pagi kemarin,”katanya.
“Korban juga sempat mengatakan kepada keluarganya, bahwa mari lalu kamong liat Beta, Beta mau pigi bunuh diri. Tapi tidak terpikirkan oleh kakak kandungnya bahwa kamar milik adik perempuannya ada terdapat bekas tali ayunan bayi, yang nanti akan digunakan korban untuk bunuh diri,”jelasnya.
Pukul 14.12 Wit Tim Identifikasi Polresta Ambon yang tiba di TKP langsung melakukan Proses Identifikasi terhadap Jenazah Korban, lalu membawa korban ke RS Bhayangkara Ambon.
“Kemudian pada pukul 14.31 wit mobil Jenazah tiba di RS Bhayangkara dan langsung menurunkan Jenazah untuk dilakukan Visum Luar terhadap korban oleh dr. Joe Go, dan Dr Sabaria,”paparnya.
Dari hasil Pemeriksaan Visum Luar yang diperoleh, terdapat Kaku Mayat, Lebam Mayat pada bagian Tulang Belakang, Ukuran Jerat Tali 1 Cm.
“Terdapat Cairan Bening pada bagian Kemaluan. Dan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, murni korban Meninggal Dunia akibat Gantung Diri,”tutupnya.(KTE)


























