Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Amboina

Pemkot Ambon Maknai Imlek 2026 Sebagai Momen Perkuat Toleransi

badge-check


     Pemkot Ambon Maknai Imlek 2026 Sebagai Momen Perkuat Toleransi Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memaknai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Imlek 2026 sebagai momentum untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan di tengah kemajemukan masyarakat Kota Ambon.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena di Ambon, Maluku, Selasa, mengatakan Kota Ambon merupakan kota majemuk yang dihuni berbagai suku bangsa dan agama dari seluruh Indonesia, sehingga semangat kebersamaan harus terus dirawat dalam setiap momentum hari besar keagamaan nasional.

“Kota Ambon adalah kota yang majemuk yang dihuni seluruh suku bangsa dan agama di Indonesia. Hal ini harus dibangun dalam semangat kebersamaan, karena Ambon milik kita semua,” katanya.

Ia menegaskan, Pemkot Ambon membangun daerah ini dalam konsep “Ambon par Samua” yang bermakna Ambon untuk semua. Dalam konsep tersebut, pemerintah harus berdiri secara adil tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

Menurut dia, prinsip tersebut diwujudkan dalam setiap perayaan hari besar keagamaan nasional yang difasilitasi pemerintah daerah.

“Kita memfasilitasi berbagai momentum keagamaan seperti festival Santa Claus, jalan salib, perayaan Imlek hingga Festival Ramadhan. Semua kita fasilitasi agar secara bersama-sama menjadi contoh bagi masyarakat dalam hidup bersaudara, saling menjaga dan saling memperhatikan,” ujarnya.

Bodewin menjelaskan, Tahun Baru Imlek yang identik dengan Festival Musim Semi juga menjadi momentum refleksi dan evaluasi atas perjalanan kehidupan di tahun sebelumnya.

“Tahun baru Imlek ini merupakan festival musim semi, yang menjadi momen evaluasi bagi apa yang kita lakukan di tahun sebelumnya dan harapan untuk tahun yang lebih baik,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa warga keturunan Tionghoa di Kota Ambon telah mengisi sejarah dan peradaban kota, khususnya dalam aspek perekonomian.

“Hari ini warga Kota Ambon keturunan Tionghoa sudah mengisi sejarah dan peradaban kota, khususnya di aspek ekonomi. Paling tidak mereka memiliki usaha yang turut menghidupkan ekonomi Kota Ambon,” ujarnya.

Menurut dia, warga Tionghoa merupakan bagian utuh dari masyarakat Kota Ambon dan keberadaannya tidak terpisahkan dari perkembangan daerah tersebut.

“Warga Tionghoa di Ambon merupakan bagian dari kita. Keberadaan mereka menjadi bagian utuh dari kota ini. Pemerintah memastikan semua hidup dengan baik dan mendapatkan perlakuan yang sama,” kata dia.

Pemkot Ambon berharap perayaan Imlek 2026 tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga simbol kuatnya toleransi dan persatuan di Kota Ambon sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Pemkot Ambon Lakukan Pendampingan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMKM

10 Februari 2026 - 03:20 WIT

274 Kasus  HIV Terdeteksi, Dinkes Ambon Ajak Warga Hentikan Stigma

10 Februari 2026 - 03:07 WIT

Wali Kota Ambon “Sikat” Pelaku Parkir Liar

10 Februari 2026 - 02:54 WIT

Wali Kota Buka Pintu Kantor Pemkot Ambon Jadi Wadah Pembinaan Anak Binaan

9 Februari 2026 - 15:13 WIT

Tiga Pilar Digital Walikota Bodewin Untuk Ambon

6 Februari 2026 - 00:27 WIT

Trending di Amboina