KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Matahari baru saja naik di ufuk timur Pantai Teluk Dalam Ambon, Rabu (4/2). Namun, suasana di pesisir Kecamatan Baguala itu sudah riuh. Bukan oleh deru mesin kapal nelayan, melainkan oleh langkah kaki ratusan orang yang memenuhi garis pantai.
Di sana, pemandangan kontras terlihat harmonis: kegagahan seragam loreng prajurit TNI AL bersanding dengan tawa ceria para pelajar SD dan SMP Hang Tuah yang sibuk memungut sampah di sela-sela pasir.
Aksi bersih pantai yang digelar Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) Ambon ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah manifesto nyata dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Di bawah komando Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, aksi ini menjadi jawaban langsung atas arahan ofensif Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi sampah plastik dan limbah di wilayah pesisir.
Bagi masyarakat Maluku, laut bukan sekadar pemandangan, melainkan urat nadi kehidupan. Hal inilah yang ingin ditegaskan kembali oleh Laksda TNI Hanarko.
“Pantai dan laut adalah bagian dari kehidupan kita, khususnya di wilayah Maluku. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Melibatkan generasi muda adalah kunci dari gerakan ini. Dengan tangan-tangan kecilnya, para pelajar terlihat antusias memilah sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga.
Bagi Kodaeral IX, mengedukasi siswa sekolah sejak dini adalah investasi jangka panjang. Tujuannya satu: agar laut tidak lagi dianggap sebagai “tempat sampah raksasa”, melainkan aset masa depan bangsa yang harus dijaga karakternya.
Hanya dalam waktu beberapa jam, lebih dari 200 kantong sampah berhasil dikumpulkan. Angka ini menjadi pengingat betapa krusialnya penanganan sampah laut yang selama ini terbawa arus.
Namun, lebih dari sekadar jumlah sampah yang diangkut, keberhasilan sejati dari aksi ini adalah tumbuhnya semangat gotong royong antara prajurit, ASN, dan dunia pendidikan.
Melalui sapuan sapu lidi dan jemputan sampah di sepanjang Teluk Dalam, Kodaeral IX Ambon sedang mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Maluku: Bahwa menjaga laut tetap resik adalah bentuk pengabdian tertinggi kepada tanah air. Karena di laut yang bersih, tersimpan masa depan generasi yang lebih sehat dan sejahtera. (AN/KT)


























