KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Maluku, melibatkan warga binaan dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi masyarakat sekitar.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, di Ambon, Selasa mengatakan pelibatan warga binaan dalam pengelolaan dapur SPPG merupakan wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung program unggulan negara sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.
“Program ini tidak hanya menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga memberi ruang pembelajaran dan keterampilan bagi warga binaan agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat,” kata dia.
Ia menyampaikan, Lapas Kelas III Wahai telah resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk melaksanakan Program MBG sebagai salah satu dari 28 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia yang terpilih terlibat dalam program tersebut.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari dukungan konkret terhadap salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tahun 2026, dengan Lapas Wahai berperan sebagai penyedia paket makanan bergizi bagi kelompok sasaran.
“Selain siswa di sekolah-sekolah sekitar Wahai, paket makanan bergizi juga akan disalurkan kepada lansia dan ibu hamil yang membutuhkan. Ini adalah implementasi nyata dari konsep Pemasyarakatan Bermanfaat bagi Masyarakat,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, sebelum program beroperasi penuh, pihaknya akan membangun dapur sehat dengan dukungan mitra kerja sama serta memberikan pelatihan khusus kepada warga binaan yang terlibat dalam proses produksi makanan.
“Setiap warga binaan yang dilibatkan akan menjalani pelatihan agar makanan yang dihasilkan memenuhi standar gizi, higienis, dan aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Secara terpisah, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang turut hadir dalam penandatanganan PKS tersebut menegaskan seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia harus memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG.
Ia menilai pengelolaan dapur sehat menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus berkontribusi terhadap keberhasilan program nasional.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah Lapas Wahai yang dinilainya mampu menunjukkan peran aktif pemasyarakatan dalam pembangunan masyarakat.
“Saya menekankan agar kualitas, higienitas, dan nilai gizi makanan yang diproduksi selalu dijaga sesuai standar nasional,” katanya.
Dengan penandatanganan PKS tersebut, Lapas Wahai siap beroperasi sebagai unit layanan gizi yang menyediakan makanan bergizi, sekaligus mendukung realisasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui Program Aksi Kementerian Tahun 2026. (AN/KT)



























