KABARTIMURNEWS.COM.BATAM-Bupati Maluku Tengah (Malteng), Zulkarnain Awat Amir, menunjukkan taringnya di kancah nasional.
Buktinya, dia dipercaya mengemban peran strategis sebagai moderator dalam forum krusial pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Kota Batam, 18–20 Januari 2026.
Bukan sekadar memandu acara, kehadiran Zulkarnain di atas panggung bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), H. Yandri Susanto, menjadi simbol kepercayaan nasional terhadap kepemimpinan dari Maluku Tengah.
Dalam sesi bertajuk “Memperkuat Peran Kabupaten dalam Optimalisasi Dana Desa dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem”, Zulkarnain tampil taktis. Ia berhasil mengarahkan alur diskusi yang kompleks menjadi dialog yang sistematis dan kaya akan substansi.
Sebagai moderator, Zulkarnain tidak hanya pasif; ia aktif mendorong terjalinnya komunikasi dua arah yang konstruktif. Ia memastikan aspirasi para kepala daerah terkait tantangan pengelolaan Dana Desa tersampaikan langsung kepada Menteri Yandri Susanto.
“Pembahasan kami mencakup penguatan infrastruktur dasar, peningkatan konektivitas antarwilayah desa, hingga pengembangan model pembangunan berbasis kawasan yang berkelanjutan,” ujar Zulkarnain saat ditemui usai sesi diskusi, Selasa, 20 Januari 2026.
Di bawah kendali diskusi Zulkarnain, sejumlah poin vital berhasil dibedah secara mendalam, antara lain: Optimalisasi Dana Desa: Memastikan anggaran tepat sasaran untuk pemberdayaan ekonomi. Penguatan BUM Desa: Mendorong BUMDesma sebagai motor penggerak ekonomi riil di perdesaan dan Harmonisasi Kebijakan: Sinkronisasi program pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penanganan kemiskinan ekstrem.
Keterlibatan Zulkarnain Awat Amir dalam Rakernas APKASI ini menegaskan posisi Maluku Tengah dalam peta pembangunan nasional. Keberhasilannya menjaga ritme diskusi yang interaktif dan dinamis mendapat apresiasi dari peserta Rakernas yang datang dari seluruh pelosok Indonesia.
Aksi Zulkarnain di level nasional ini menjadi bukti nyata bahwa pemimpin daerah dari Maluku mampu menjadi jembatan solusi bagi isu-isu besar bangsa, khususnya dalam agenda pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah tertinggal. (KT)