Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Amboina

Pesan Mendalam Walikota Ambon Hadapi Tantangan Tahun 2026

badge-check


Pesan Mendalam Walikota Ambon  Hadapi Tantangan Tahun 2026 Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Di tengah hiruk-pikuk pembangunan dan dinamika kota yang kian kompleks di tahun 2026, Kota Ambon kini berdiri di persimpangan jalan. Dalam beberapa bulan terakhir, bayang-bayang konflik antarwarga kembali muncul, mengusik ketenangan kota yang dikenal dengan semboyan “Manise” ini.

Menanggapi situasi tersebut, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan pesan reflektif sekaligus ajakan untuk kembali merajut harmoni.

Bagi Walikota, tantangan yang dihadapi Ambon pada tahun 2026 sudah cukup berat, mulai dari isu ekonomi hingga tuntutan pembangunan infrastruktur. Baginya, konflik sosial adalah “beban tambahan” yang seharusnya tidak perlu ada.

“Berbagai tantangan yang dihadapi Kota Ambon pada tahun 2026 tidak boleh diperparah dengan konflik sosial dan perselisihan di tengah masyarakat,” tegas Wattimena, kepada wartawan di Ambon, kemarin.

Sosok yang pernah menjabat sebagai Sekretaris DPRD Maluku ini mengingatkan bahwa identitas Ambon bukan dibentuk dari satu warna saja. Ambon adalah sebuah mosaik besar yang disatukan oleh keberagaman suku, agama, dan budaya. Ia menyayangkan jika kekayaan identitas tersebut justru bergeser menjadi pemicu perpecahan.

“Ambon merupakan kota milik bersama yang dibangun di atas perbedaan. Pelbagai perbedaan itu harus kita jaga sebagai kekayaan, bukan dijadikan alasan untuk saling berhadapan,” kenangnya dengan nada penuh harap.

Menurutnya, pembangunan fisik sehebat apa pun akan terasa sia-sia jika fondasi kebersamaan warga mulai retak. Ketika rasa aman hilang, maka produktivitas dan kebahagiaan warga akan menjadi taruhannya.

Walikota juga meluruskan pandangan lama yang menganggap keamanan adalah tugas eksklusif aparat TNI dan Polri semata. Baginya, keamanan yang sejati justru lahir dari kesadaran kolektif di tingkat akar rumput.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab setiap warga. Hal itu dimulai dari menjaga diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Kalau masing-masing menjaga lingkungannya, menjaga keluarganya, maka Ambon pasti aman,” tuturnya.

Ia percaya bahwa jika setiap individu mampu menjadi “polisi” bagi dirinya sendiri dan membawa kedamaian di dalam keluarganya, maka konflik sosial tidak akan menemukan ruang untuk tumbuh di tengah masyarakat.

Menutup pernyataannya, Bodewin Wattimena mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menciptakan “tantangan baru” melalui perselisihan yang sia-sia. Fokus utama saat ini seharusnya adalah kolaborasi untuk menjadikan Ambon sebagai kota yang benar-benar damai, aman, dan harmonis bagi generasi mendatang.

“Tantangan tahun 2026 sudah cukup besar. Jangan kita tambah lagi dengan konflik. Mari kita bangun Ambon yang lebih baik, bersama-sama,” pungkasnya. (KTL)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Bocoran Kemendagri: Apries Puncaki Asesmen Calon “Jenderal” ASN Pemkot Ambon

26 Mei 2026 - 17:24 WIT

Pemkot Ambon Siapkan 28 Sapi dan 20 Kambing Untuk Kurban Idul Adha

21 Mei 2026 - 01:15 WIT

Eksekusi Mandat Presiden, Wali Kota Ambon Minta Desa Siapkan Lahan Kopdes Merah Putih

20 Mei 2026 - 14:06 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

18 Mei 2026 - 09:56 WIT

Ambon Perang Lawan Bansos Salah Sasaran, 650 Agen Digital Diterjunkan

13 Mei 2026 - 03:03 WIT

Trending di Amboina