KABARTIMURNEWS.COM.TERNATE-Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda menargetkan tidak ada satupun sekolah di Malut yang tertinggal dan akan terus mendukung penuh transformasi pendidikan melalui peningkatan SDM dan pengembangan infrastruktur secara memadai.
“Kami akan memastikan percepatan pembangunan, pendampingan sekolah dan penyelarasan data sehingga tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal,” katanya di Ternate, Minggu.
Hal itu disampaikan saat kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur ke SMK I N Ternate.Ia juga berkomitmen menjaga hubungan erat dengan Kemendikdasmen agar setiap kebutuhan sekolah di Maluku Utara dapat direspons secara cepat dan tepat.
Kunjungan ini dalam rangka menindaklanjuti program revitalisasi satuan pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang berkualitas. Mendikdasmen didampingi Gubernur Malut Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe kemudian melakukan peninjauan terkait renovasi ruang kelas dan MCK.
Beberapa sarana dan prasarana yang ditinjau diantaranya 15 unit MCK (toilet), tiga ruangan kelas di lantai satu dan 7 ruangan kelas yang berada di lantai tiga. Selain itu, beberapa unsur yang ditinjau meliputi, rehap plafon, cat, instalasi listrik, partisi atap serta meja dan kursi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan kunjungan kerjanya di Malut untuk meninjau program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di Malut.
Mendikdasmen menyatakan, program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran telah berjalan dengan baik di Maluku Utara dan seluruh program yang telah dilaksanakan benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan visi nasional pendidikan bermutu untuk semua.
Gubernur mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan anggaran revitalisasi pendidikan sebesar Rp92,035 miliar untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
“Ini adalah investasi besar bagi masa depan anak-anak Maluku Utara. Revitalisasi ini bukan hanya soal bangunan, tetapi soal tanggung jawab kita bersama menjaga kualitas dan keberlanjutan pendidikan,” kata Gubernur Sherly di Ternate, Minggu.
Ia mengemukakan perhatian Pemerintah Pusat terhadap Maluku Utara di bidang pendidikan sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Gubernur merinci sebanyak 35 SMA menerima anggaran revitalisasi dengan total Rp36,45 miliar, 33 SMK dengan Rp48,83 miliar, terbanyak berada di Halmahera Utara, serta 7 SLB dengan dana Rp6,75 miliar yang mendukung layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Gubernur melaporkan sejumlah langkah strategis daerah dalam mendukung digitalisasi pendidikan, di antaranya penanganan sekitar 80 titik sekolah yang belum memiliki akses sinyal, serta dukungan pembiayaan melalui APBD untuk membantu sekolah-sekolah di wilayah kepulauan.
Ia menegaskan bahwa di Maluku Utara tidak ada pungutan uang sekolah maupun uang komite, sehingga pendidikan benar-benar gratis dan inklusif.
Selain itu, Pemerintah Provinsi terus mendorong peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Tahun 2026, direncanakan peningkatan dukungan bagi guru honorer, pemberian beasiswa, serta penguatan kapasitas melalui uji kompetensi dan penilaian berkelanjutan.
“Saat ini capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Maluku Utara berada di angka 46, yang masih memerlukan kerja keras bersama untuk ditingkatkan,” kata gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu. (AN/KT)



























