Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Malteng

Lapas Banda Bersih-Bersih Situs Bersejarah Peringati Hari Bakti Imipas

badge-check


					Lapas Banda Bersih-Bersih Situs Bersejarah Peringati Hari Bakti Imipas Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.BANDA–Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banda Neira menggelar kerja bakti massal di berbagai situs bersejarah di Pulau Banda sebagai bagian dari peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) tahun 2025.

“Kegiatan bertajuk Pengabdian Imipas untuk Negeri ini juga sekaligus mendukung persiapan Banda Heritage Festival (BHF) yang akan digelar pada akhir November,” kata Kepala Lapas Banda Neira Mikha di Banda Neira, Rabu.

Ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut petugas Lapas, Dharma Wanita Persatuan, pelajar, serta sejumlah pemangku kepentingan setempat dilibatkan dan turun langsung membersihkan situs-situs penting yang selama ini menjadi ikon sejarah Banda Neira.

Aksi ini mencakup pembersihan di Istana Mini, pusat kegiatan dan simbol sejarah administrasi kolonial di Banda, Benteng Belgica, benteng peninggalan VOC yang menjadi daya tarik wisata utama, Benteng Nassau, salah satu struktur pertahanan tertua di Kepulauan Banda, Rumah Pengasingan Bung Hatta, tempat Proklamator Indonesia menjalani masa pengasingan hingga Gereja Tua Banda, bangunan berarsitektur kolonial yang menjadi saksi perjalanan sejarah masyarakat Banda.

Dia mengatakan bahwa pembersihan situs-situs tersebut merupakan langkah nyata dalam menjaga kelestarian heritage Banda Neira yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat dan pusat perhatian wisatawan.

“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Melalui aksi ini, petugas dan masyarakat belajar untuk peduli terhadap lingkungan, sekaligus menjaga keindahan situs bersejarah agar tetap menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa pelestarian situs sejarah memerlukan peran aktif banyak pihak, tidak hanya pemerintah maupun pengelola wisata. Pembersihan rutin, perawatan fasilitas, serta pengendalian sampah harus dilakukan secara berkesinambungan agar tidak merusak struktur bangunan maupun estetika situs.

“Menjaga situs sejarah adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin kegiatan ini menjadi pemantik agar kolaborasi dengan masyarakat, sekolah, dan lembaga lain dapat terus dilakukan, tidak hanya menjelang perayaan tertentu,” tambahnya.

Selain pembersihan, pendidikan publik mengenai nilai sejarah situs-situs tersebut menjadi kunci penting agar generasi muda memahami bahwa warisan budaya tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat akan berpengaruh langsung terhadap kelangsungan situs-situs bersejarah Banda Neira.

“Istana Mini dan berbagai situs lain harus tetap indah dan nyaman bagi pengunjung. Namun yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa merawat sejarah berarti menjaga identitas dan jati diri daerah,” ujarnya.

Melalui kegiatan bakti ini, Lapas Banda Neira berharap tercipta keterlibatan yang lebih luas dalam menjaga kebersihan dan kelestarian situs-situs bersejarah. Sinergi berkelanjutan, menurutnya, sangat dibutuhkan agar warisan budaya Banda dapat tetap hidup dan menjadi sumber edukasi serta kebanggaan bagi generasi mendatang. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Dukung Musim Tanam, Ini Yang Dilakukan Pemkab Malteng

8 April 2026 - 17:30 WIT

KUA Masohi Perkuat Deteksi Dini Konflik Lewat EWS

8 April 2026 - 17:23 WIT

Pemkab Malteng Hadirkan Mesin Cetak E-KTP untuk Warga Banda

7 Maret 2026 - 00:06 WIT

Sinergi TNI-Polri & Tokoh Masyarakat Jaga Kedamaian di Hitu dan Morella

7 Februari 2026 - 10:18 WIT

Lapas Wahai Maluku Libatkan Warga Binaan Kelola Dapur SPPG

28 Januari 2026 - 00:30 WIT

Trending di Malteng