KABARTIMURNEWS.COM, MASOHI – Gagal penuhi target untuk launching Sekolah Rakyat, di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dari 19 Kecamatan yang ditargetkan dalam rekrutmen siswa, ternyata hanya lima kecamatan yang baru dijangkau.
Atas kegagalan target tersebut, Kadinsos Malteng, Ruslan Wailissa, menyampaikan permohonan maaf, sebagaimana dikutip tribun Ambon.
Lima dari 19 kecamatan yang berhasil dijangkau adalah: Kecamatan Tehoru, Kecamatan TNS, Kecamatan Elpaputih, Kecamatan Amahai, dan Kecamatan Kota Masohi.
“Jadi sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf karena kami baru bisa menyasar 5 kecamatan,” ucap Kadis.
Tentu menjadi catatan Dinas Sosial pada rekrutmen selanjutnya, agar memprioritaskan kecamatan lain terkhusus pada daerah yang sulit terjangkau akses pendidikan.
”Apalagi contoh di daerah pegunungan dan daerah Kepulauan Banda menjadi perhatian kita. Mereka nanti diikutsertakan dalam Sekolah Rakyat,” cetusnya.
Diketahui, saat ini Dinas Sosial telah mengusulkan 83 calon siswa Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial.
”Untuk sekolah rakyat ini kami merekrut siswa itu pertama 89 siswa, ada 6 siswa yang menyatakan mundur dari keikutsertaan mereka di Sekolah Rakyat,” tukas Plt. Kepala Dinas.
Sesuai dengan petunjuk ketersediaan ruangan belajar, maka bangunan Sekolah Rakyat sementara ini diperuntukkan kepada 75 siswa.
”Ditambah dari 10 persen cadangan sekitar 7 atau 8, jadi total semuanya adalah 83 calon siswa kami usulkan ke Kementerian Sosial,” urai Ruslan.
Para calon siswa satuan SMP itu direkrut dengan kerjasama pengurus Program Keluarga Harapan (PKH), yang mana datanya diperoleh dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) terutama di desil I dan desil II.
”Pedoman kami adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) terutama di desil I dan desil II sesuai dari petunjuk Kementerian Sosial,” pungkas Kadis. (*/KT)



























