KABARTIMURNEWS.COM, AMBON -Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Ambon masih terkendala ketersedian lahan. Menanggapi kendala tersebut Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, angkat bicara.
Orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon itu, menyebutkan pihaknya membutuhkan lahan seluas 6-7 hektar untuk pembangunan infrastruktur penunjangan pendidikan tersebut.
“Lahan awalnya sudah ditemukan di Halong dan pemerintah siap membayar, tetapi hasil verifikasi menunjukkan nilai lahannya terlalu tinggi. Kami harus pelajari ulang dan mencari alternatif lain,” ujar Wattimena kepada wartawan di Ambon, kemarin.
Pemkot ungkapnya sementara mencari lokasi untuk lahan alternatif yang sesuai dengan persyaratan administratif, teknis, dan ekonomis.
“Kami tetap berkomitmen untuk membangun Sekolah Rakyat ini. Dana siap, konsep siap, tapi masalah utamanya adalah lahannya. Di Kota Ambon, untuk mendapatkan lahan seluas itu bukan hal mudah,”tuturnya.
Wattimena mengakui pihaknya serius menghadirkan sarana inklusif dan merata, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan.
“Lembaga pendidikan ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah pinggiran dan kurang mampu. Pendekatan berbasis komunitas dan nilai kebhinekaan, sekolah rakyat diharapkan menjadi wadah pendidikan yang merata, adil, dan berkualitas di Kota Ambon,”harap Wattimena mengakhiri komentarnya. (KTL)



























