KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Meskipun di tengah keterbatasan logistik dan sumber daya manusia, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui BPBD setempat, akan terus melayani masyarakat terdampak bencana.
“Penanganan bencana diawali dengan penetapan status oleh kami bersama Pak Walikota. Dari status inilah, kami bisa cepat tanggap dan melaksanakan langkah teknis serta koordinasi dengan para stakeholder terkait,” beber Plt Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, saat berlangsungnya Rakor Evaluasi Bencana, di Balai Kota, Selasa, 8 July 2025.
BPBD Kota Ambon diakuinya, telah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada masyarakat terdampak, meski diakui bahwa stok logistik terkadang tidak tersedia di gudang.
“Kami tidak menyampaikan bahwa logistik habis, melainkan menjelaskan bahwa kami sedang menunggu pasokan dari pihak ketiga. Ini penting agar masyarakat tetap mendapatkan informasi yang benar,”terangnya.
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan, pihaknya secara rutin memberikan sosialisasi dan himbauan terkait peta risiko bencana, baik melalui media sosial maupun turun langsung ke masyarakat.
Tujuannya adalah membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu mengantisipasi bencana secara mandiri.
“Kami ingin pola pikir masyarakat berubah—tidak lagi menyalahkan pemerintah, tetapi menjadi bagian dari solusi dalam menjaga lingkungan dan bersiap menghadapi bencana,” ujarnya.
Tatipikalawan meminta dukungan dan sinergi dari para Kepala Desa, Raja, dan Lurah, untuk menyampaikan informasi yang valid dan menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Ditambahkan apapun yang terjadi, pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (KTL)


























