Fatlolon Diduga Terlibat di Korupsi RSUD dr Magretti

Petrus Fatlolon

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Pihak bank patut diperiksa dalam kasus ini. Apakah ada yang diuntungkan dalam modus ini?

Kementerian Kesehatan RI akhirnya menerjunkan tim, meninjau pembangunan RSUD dr. Magretti di Saumlaki yang tak beres pembangunan dan peruntukannya.

Sekadar tahu, di tahun 2020, Kemenkes sempat mencairkan dana Rp 30 miliar untuk membangun rumah sakit itu, menyusul fasilitas kesehatan.

Sumber Kabar Timur menyebutkan, tim Kemenkes RI tengah berada di Kota Saumlaki. Kehadiran tim dimaksud untuk meninjau langsung rumah sakit yang konon dikabarkan mangkrak itu.

Terutama sarana-prasarana kesehatan bantuan pemerintah pusat, lewat Kemenkes RI. “Tim Kemenkes RI datang setelah mendapat konfirmasi dari KPK soal pembangun rumah sakit yang belum kelar itu. Padahal dari Kemenkes ke Pemda KKT sudah cair dari tahun 2020 lalu,” ungkap sumber, diterima Kabar Timur, Rabu.

Sumber itu, menyebutkan diduga terjadi korupsi dalam paket ini, saat KKT dipimpin Petrus Fatlolon. Menurutnya Petrus Fatlolon alias PF cakap mengelabui masyarakat terkait ketimpangan di KKT.

Fatlolon urainya, terbiasa main cantik dengan tidak meninggalkan jejak korupsi. "Nah, dengan kehadiran tim Kemenkes dan KPK, kami minta cara-cara PF bermain di paket ini bisa ditelusuri,” pinta sumber.

Sebut saja paket Rp 30 miliar, namun tidak dimaksimalkan untuk membangun derajat kesehatan di Tanimbar. Diduga dana sengaja dipecah-pecah sebelum akhirnya mangkrak.

Sambung dia, dana masuk ke Kas Pemda tahun 2020, tapi kemudian dibagi beberapa paket dalam kurun waktu dua tahun. Hal itu bertujuan mendapatkan bunga dari pihak bank.

“Kami kira pihak bank juga patut diperiksa dalam kasus ini, apa ada yang diuntungkan dalam modus seperti itu,” tandasnya.

“Kesehatan itu modal dasar dalam membangun indek kesejahteraan masyarakat. Tapi proyek kesehatan saja dikorupsi, bagaimana mau memimpin kalau mental korupsi masih melekat,” ingat sumber.

Dia meminta harus ada rekomendasi hukum dari Tim yang datang meninjau. “Masyarakat menanti gebrakan Kemenkes RI, sebab percuma alat-alat kesehatan diberikan negara, tapi warga tidak dapat memanfaatkannya,” tukas dia.

Menurutnya, proyek tersebut dibangun tahun 2020- 2021 yang dipecah dalam 11 paket pengadaan senilai Rp 30,4 Miliar pada tahun 2020. Menyusul 6 paket pekerjaan senilai Rp 15,2 Miliar pada 2021.(KTA)

Komentar

Loading...