KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – 18 kali sudah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, guna memutus penyebaran corona. Namun warga setempat hingga kini dinilai masih sangat “bandel” dalam mengikuti segala jenis aturan.
Koordinator Fasilitas Umum, Satuan Tugas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay, kepada wartawan di Gedung Balai Kota, Kamis (25/3) kemarin mengaku, masyarakat belum juga sadar bahaya corona, padahal sudah 18 kali PSBB transisi diberlakukan.
“Sampai PSBB Transisi 18, kita masih temukan masyarakat pelanggar Protokol Kesehatan. Setiap hari, jumlah pelanggar itu di atas 20. Ini menandakan warga masih bandel dan belum sadar bahaya Covid-19, “ jelasnya.
Masyarakat Kota Ambon, lanjut Richard, seperti menganggap virus corona sudah tidak ada lagi. Padahal, sampai saat ini Ibukota Provinsi Maluku itu masih berada dalam resiko sedang penyebaran Covid-19.
“Masyarakat menganggap kalau corona sudah tidak ada lagi, makanya mereka tidak mau tau dengan aturan Protokol Kesehatan yang diterapkan Pemerintah Kota Ambon, ditengah situasi pandemi Covid-19, “ ujarnya.
Lebih lanjut, Richard mengatakan, jika masyarakat menganggap remeh penyebaran corona, otomatis hal tersebut akan mempersulit upaya Kota Ambon untuk mencapai target menuju zona hijau.
“Yang kami harapkan dari masyarakat saat ini, adalah jangan pernah lengah menerapkan Protokol Kesehatan. Jika kita menganggap corona tidak ada, maka peluang penyebaran wabah tersebut semakin lebih besar,” jelasnya.
Dia menambahkan, memutus mata rantai penyebaran corona, bukan saja menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah. “Semua pihak harus punya rasa tanggungjawab, agar secepatnya kita bisa hidup normal, “ tutupnya. (KTE)


























