Ini Penyebab Mitan Langka di Tiap Akhir Tahun

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah (mitan) di Maluku menjadi barang langkah di tiap akhir hingga memasuki awal tahun baru. Meski demikian, tak pernah ada solusi terbaik. Padahal, kelangkaan mitan itu sangat berdampak besar terhadap hidup masyarakat Maluku.

Sebab, masyarakat Maluku masih menggunakan mitan untuk kebutuhan masak tiap hari. Beda dengan yang ada di pulau Jawa, yang kebanyakan telah berpaling ke gas elpiji.

Lalu apa penyebab sehingga mitan kerap kali langka di akhir tahun? Anggota DPR RI Saadia Uluputty mengatakan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengidentifikasi beberapa penyebab adanya kelangkaan mitan itu. 

“Sudah saya ditanyakan ke pihak BPH Migas. Dari penjelasan mereka, memang ada penyebab-penyebab kelangkaan mitan di  Maluku dan beberapa daerah lainnya itu terjadi,” kata Uluputty kepada wartawan di Ambon, kemarin. 

Penyebab pertama, ada perbedaan harga antara mitan subsidi dan non subsidi. Dari perbedaan harga itulah, biasanya memicu terjadi penimbunan untuk kemudian dimanfaatkan ke yang lainnya. “Intinya kadang disalahgunakan. Nah, ini salah satu penyebab yang membuat mitan langkah tiap akhir tahun,” ujarnya

Kemudian, permintaan mitan melonjak di tiap akhir tahun. Hal inilah yang akhirnya membuat daerah-daerah tidak stabil dalam mendapatkan kuota. Permintaan mitan ini untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Misalnya ada pelaku perikanan yang menggerakkan mesin kapalnya tidak lagi pakai solar melainkan mitan. 

Selain itu juga, pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tidak lagi memanfaatkan BBM jenis solar tapi sudah menggunakan mitan. “Dari proyek-proyek pemerataan pembangunan ini, makanya diperlukan minyak tanah. Nah, disitulah yang mengakibatkan mitan menjadi langkah,” jelasnya.

Tapi, lanjut anggota Komisi VII DPR RI itu, masalah ini sudah dibicarakan dengan pihak-pihak terkait yang ada di Maluku. Tentu, PT Pertamina dalam hal ini akan mengupayakan agar masalah ini tidak lagi terjadi di tahun-tahun mendatang.

“Pertamina dan BPH Migas sudah prediksikan kalau kondisi ini akan lebih matang di tahun-tahun mendatang,” sebutnya. Dia berharap, pemerintah daerah dan pihak Polri bisa terus memberi perhatian dengan mengawasi terkait masalah BBM di Provinsi Maluku. 

(KTY)

Komentar

Loading...