Zona Merah, BTM Semakin Tidak Mungkin

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Proses Belajar Tatap Muka (BTM), semakin tidak pasti, menyusul status zona merah kembali disandang, Kota Ambon.  Kendati begitu harus ada solusi terbaik Pemerintah Kota mengatasi masalah pendidikan. 

Pendapat ini disampaikan  Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Amalatu (IPMAL) Cabang Ambon, Alwi Pattimura, kepada Kabar Timur, Rabu (17/2). 

“ Zona orange saja, proses belajar-mengajar di Kota Ambon dilakukan secara daring. Apalagi saat ini sudah merah.  Jadi perlu dicari solusi terbaik , agar siswa-siwi sekolah tidak jenuh,” ungkap Pattimura. 

Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pendidikan, kata dia,  sudah waktunya berinovasi dan berpikir kreatif  untuk mengantisipasi kejenuhan dari belajar daring agar  bisa mendapatkan solusinya.

“Disdikbud Kota, jangan pasrah saja dengan keadaan. Jangan anggap belajar Daring sudah mampu mencukupi kebutuhan pengetahuan siswa, baik kebutuhan ilmu pengetahuan maupun karakter, “ paparnya. 

Belajar Daring, lanjutnya, hanya berfungsi menambah pengetahuan dan bukan membentuk karakter siswa. Bahkan,  belajar Online, saat ini telah banyak banyak dikeluhkan karena dianggap membosankan. 

“Harus ada solusi agar belajar Online, dapat memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan, dan juga membentuk karakter siswa. Kalau tidak, otomatis daya serap siswa terhadap apa yang diberikan selama belajar Daring, tidak akan maksimal, “ujar Pattimura. 

Dia menambahkan, jika situasi pendidikan di Kota masih terus bertahan seperti saat ini, tanpa munculkan ide-ide dan gagasan kreatif dalam menjalankan metode belajar Daring, Disdikbud dinilai gagal total. 

“Disdikbud bisa dinilai gagal total kalau tidak bisa menciptakan satu ide kreatif, yang bisa membuat siswa tidak jenuh dalam mengikuti belajar Online, “ terangnya. 

Dia meminta  Walikota, Richard Louhenapessy, bisa dapat mengevaluasi kinerja Kepala Disdikbud setempat, selama masa pandemi Corona, karena dianggap kurang kreatif. 

“Dari mulai diterapkan belajar Daring hingga  saat ini, kita tidak pernah dengar ada terobosan baru yang diciptakan Disdikbud agar belajar daring terkesan tidak membosankan.  Itu berarti mereka pasrah dengan keadaan. Kalau terus begini, yang jadi korban siswa, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...