Pembongkaran Puluhan Lapak di Jalan Sudirman Belum Jelas

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Pradja (Pol-PP) Kota Ambon, Josias Lopies mengaku, proses pembongkaran lapak pedagang dikawasan jalan Jenderal Sudirman, di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, belum jelas.

“Untuk tahun 2021 ini, sudah kami bicarakan dengan pak Walikota, namun belum ada kepastian, “ ungkap Lopies, di Gedung Balai Kota Ambon, Senin (18/1) kemarin. 

Menurutnya, ada sekitar 20 lapak pedagang yang gunakan badan jalan sebagai arena berdagang yang harus ditertibkan demi terwujudnya tata kota yang lebih baik. “Memang sudah dikordinasikan agar bisa kita lakukan pembongkaran. Namun, karena situasi Covid-19, makanya belum ada perintah Pak Walikota, “ jelasnya. 

Dikatakan, pembongkaran puluhan lapak tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak 2018 lalu. Namun, proses eksekusi harus dihentikan karena ada kepentingan politik. 

“Untuk menjaga tensi masyarakat pada Pemilihan Gubernur Maluku 2018 lalu, salah satu yang harus dilakukan adalah membatalkan proses pembongkaran lapak di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, “ jelasnya. 

Hal yang sama juga terjadi, lanjutnya, pada tahun berikutnya, pihaknya tidak dapat melakukan eksekusi karena terbentur dengan momen politik Pemilihan Legislatif (Pileg), dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Disaat sudah menunda dua tahun karena adanya momen politik tersebut, rencana pembongkaran direncanakan tahun 2020, namun karena adanya Covid-19, maka mau tidak mau harus tunda lagi, “ paparnya. 

Lebih lanjut, Lopies mengaku, pedagang yang sedang beraktivitas dikawasan jalan Jenderal Sudirman itu, nantinya bakal direlokasi di Pasar Wara, Desa Batu Merah Atas, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. 

“Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, mereka akan direlokasi ke pasar Wara. Kami berharap Disperindag, bisa merelokasi mereka secepatnya, “harapnya.

Ditambahkan Lopies, terkait dengan proses relokasi pedagang di Jalan Jenderal Sudirman, pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak tahun 2019 lalu. Namun, tidak ada tindakan kooperatif dari para pedagang. 

“Kami sudah lakukan sosialisasi, bahkan membagikan selebaran. Pasar untuk mereka kan sudah disediakan oleh Pemerintah Kota Ambon, mestinya pedagang harus dengan segenap hati, ikut dan pindah ke Wara, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...