Warga Ambon Diingatkan Jaga Kebersihan Alam

Warga memungut sampah yang berserakan di ruas jalan Sultan Hasanudin, Tantui, Ambon, Senin (3/12). Hujan deras membuat selokan yang dipenuhi sampah meluap ke badan jalan raya. YONGKER/KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Banjir dan longsor di beberapa tempat di wilayah Kota Ambon kerap menjadi musibah langganan jika musim penghujan tiba. Meski demikian, kesadaran warga untuk menjaga kebersihan alam masih saja rendah.

Sampah masih dibuang tidak pada tempatnya. Drainase maupun daerah aliran sungai, masih terlihat sampah bermacam jenis menumpuk. Padahal, keberadaan sampah inilah yang membawa dampak negatif di kemudian hari.

Kini, musim penghujan kembali datang. Informasi yang diperoleh dari BMKG, hujan untuk wilayah Ambon dan sekitarnya diperkirakan akan bertahan hingga Oktober 2020 mendatang.

Supaya dapat meminimalisir dampak bencana longsor maupun banjir di musim hujan kali ini, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kesadaran dalam membuang sampah.

"Longsor dan banjir di Ambon itu musibah langganan tahunan. Kini musim hujan telah tiba. Mari kita jaga kebersihan alam. Apalagi mereka yang tinggal di lereng bukit. Buanglah sampah pada tempatnya," ajak anggota DPRD Kota Ambon, Taha Abubakar ketika diwawancarai Kabar Timur via seluler, Jumat (8/5)

Dia mengatakan, jika warga, apalagi bagi mereka di kawasan bukit lereng tetap acuh dengan masalah sampah, maka dampak kedepannya akan berujung negatif.

Selain itu, Politisi PPP ini juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk perlu menyiapkan langkah-langkah pencegahan mengantisipasi longsor maupun banjir.

"Kita ini sudah masuk musim penghujan. Jadi pemerintah sudah harus siapkan ini. Langkah awal itu bersihkan lereng bukit dan drainase sehingga dampak longsor dan banjir itu bisa di kurangi," tandasnya

Dikatakan, anggaran untuk tangani masalah ini juga harus bisa disiapkan. Tidak semua anggaran kemudian dilimpahkan ke pencegahan dan penanganan virus covid-19.

"Selain fokus ke masalah covid-19, banjir dan longsor pun harus dilihat. Kita harus cegah jangan sampai dampaknya membawa kerugian luar biasa untuk kota ini. Sisipkan sebagian anggaran dan paling tidak bersihkan dulu drainase, DAS maupun lereng bukit dari sampah," pungkas Ketua Fraksi Keadilan Persatuan (PKS-PPP) itu.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Demmy Paais mengatakan, untuk bencana longsor dan banjir, masyarakat telah diimbau untuk mengantisipasi sejak dini.

“Kita sudah imbau ke warga terkait antisipasi banjir dan longsor. Kita juha telah berkoordinasi dengan camat serta lurah untuk sampaikan imbauan tersebut kepada seluruh perangkat sampai ke warga untuk waspada,” singkatnya. (KTY)