Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Papua

KKSS Imbau Pendulang Emas di Kawasan Freeport Turun ke Timika

badge-check


KKSS Imbau Pendulang Emas di  Kawasan Freeport Turun ke Timika Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM. AMBON-Jajaran pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan/KKSS Mimika, Papua mengimbau para pendulang emas di Kali Kabur kawasan PT Freeport Indonesia agar segera meninggalkan area itu dan turun ke Timika.

“Sejak beberapa pekan lalu aparat TNI dan Polri sudah mengeluarkan imbauan agar pendulang sebaiknya turun ke Timika, mengingat situasi keamanan di lokasi pendulangan cukup rawan. Kami minta pendulang segera tinggalkan lokasi pendulangan untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata Ketua KKSS Mimika Syamsuddin Baena Bandora, di Timika, Jumat.

Syamsuddin mengakui warga KKSS yang bekerja mengais butiran emas di Kali Kabur cukup banyak.
Kali Kabur yang mengalir dari dataran tinggi di pabrik pengolahan bijih emas PT Freeport Indonesia di Tembagapura juga menjadi akses mengalirkan material tailing untuk diendapkan di wilayah dataran rendah Mimika hingga ke biibir pantai Mimika Timur.

Saat ini tercatat terdapat ribuan orang bekerja sebagai pendulang emas di Kali Kabur. Syamsuddin mengatakan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, situasi kamtibmas di Papua biasanya menghangat menjelang 1 Desember yang diperingati sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) oleh sebagian warga Papua.

Sehubungan dengan itu, pihaknya berharap warga pendulang mengindahkan pesan-pesan kamtibmas yang telah dikeluarkan pihak aparat keamanan bersama pemerintah daerah setempat.

“Kita semua harus belajar dari kejadian pembantaian puluhan orang di Kabupaten Nduga pada 2018. Begitu juga kasus-kasus kekerasan yang terjadi di sejumlah kabupaten di pedalaman Papua. Kita semua tidak mengharapkan ada kejadian serupa di Mimika. Makanya semua pihak harus ekstra waspada menjaga keamanan diri masing-masing,” ujarnya lagi.

KKSS juga menyoroti kasus pembunuhan terhadap seorang pekerja kayu olahan di Kilometer 7 Jalan Trans Timika-Paniai pada Kamis (21/11).

Korban atas nama Sumarna (33), warga asal Pandeglang, Banten itu ditemukan oleh rekan kerjanya dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka bacokan senjata tajam di sekujur tubuhnya sekitar 200 meter dari ruas Jalan Trans Timika-Paniai.

Kasus tersebut sedang diselidiki oleh jajaran Polsek Kuala Kencana. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Kodaeral Ambon Kolaborasi Unsur Maritim Maluku Jaga Wilayah KKKS

13 Mei 2026 - 02:52 WIT

Maluku-Ditjen SDA Perkuat Infrastruktur Air dan Ketahanan Kepulauan

13 Mei 2026 - 02:47 WIT

Trending di Maluku