Sekilas Info

Bulog Mamuju Gelar KPSH Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

KABARTIMURNEWS.COM,MAMUJU - Perum Bulog Sub Divisi Regional Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat menggelar ketersediaan pasokan stabilisasi harga (KPSH) sebagai upaya mengantisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda kawasan itu.

Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Muhammad Yatsir, kepada Antara di Mamuju, Rabu mengatakan, kemarau panjang yang melanda wilayah itu menyebabkan hampir semua hasil pertanian warga mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Namun pemerintah melalui Bulog lanjutnya, telah melakukan langkah antisipasi, salah satunya melalui KPSH.

"Kami menggelar KPSH sebagai upaya menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, dalam menghadapi musim kemarau panjang yang menyebabkan hampir seluruh hasil pertanian masyarakat, khususnya padi mengalami gagal panen," terang Yatsir.

Pada KPSH yang dilaksanakan di Kantor Perum Bolog Subdivre Mamuju di Simboro Mamuju dan akan berlangsung hingga Desember 2019 itu lanjut Yatsir, Perum Bulog menyiapkan berbagai kebutuhan seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan daging kerbau.

"Bahan kebutuhan pokok yang kami jual pada kegiatan KPSH itu kami dijual di bawah harga pasaran," ujar Yatsir.

Ia mengatakan, beras yang dijual pada KPSH itu, yakni beras medium Rp9.000 per kilogram dan beras premium Rp9.500 per kilogram, minyak goreng dijual Rp12.500 per liter, gula pasir Rp12.000 per kilogram serta daging kerbar dijual Rp80. 000 per kilogram.

Pemerintah melalui Perum Bulog lanjut Yatsir, menjamin stok pangan tetap tersedia dan meminta masyarakat untuk tidak panik dan melakukan aksi borong komoditi.

"Pemerintah melalui Perum Bulog telah melakukan antisipasi menghadapi musim kemarau panjang tahun ini sehingga kami mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik apalagi sampai melakukan aksi menimbun bahan kebutuhan pokok," tuturnya.

"Pokoknya, stok tersedia hingga akhir tahun ini dan kami akan menggelar KPSH hingga akhir Desember 2019. Kalau beras, stok yang ada berkisar 700 ton sedangkan gula pasir stoknya 25 ton. Begipupun stok komoditas lainnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pokoknya, berapa saja pasar minta kami siapkan," kata Yatsir. (AN/KT)

Penulis: Antaranews
Editor: Antaranews
Photographer: Antaranews

Baca Juga