Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Usut Dugaan Korupsi Dana tak Terduga Bursel

badge-check

Aksi kejahatan berlanjut. Cek yang mestinya ditandatangani Harun dan atasannya (Ridwan) untuk mencairkan anggaran di bank, dipalsukan. Lagi-lagi dia nekat menandatangani cek yang seharusnya ditandatangi Ridwan.

“Cek untuk cair uang di bank itu kan saya dan bendahara. Tapi saya tidak pernah tanda tangan cek. Kemungkinan dia yang tanda tangan cek sendiri,” ujar Ridwan.

Harun sempat diam ketika ditanya tanda tangan atasannya yang dipalsukan. Dia mengaku terkadang ketika pimpinannya berada di luar daerah dan saat akan mencairkan uang dirinya diberi kewenangan untuk meniru tanda tangan pimpinan.

“Untuk hal itu (menirukan tanda tangan pimpinan) sudah biasa, kalau pimpinan berada di luar daerah,” aku Harun dikonfirmasi Kabar Timur.

Ditanya apakah untuk pencairan anggaran untuk pergantian Rp 450 juta dana tak terduga diberi kewenangan oleh pimpinan untuk tanda tangan, dia bungkam.

Sebelumnya diberitakan dana tak terduga di Setda Kabupaten Buru Selatan tahun 2018 diselewengkan. Anggaran senilai Rp 450 juta itu diduga diembat mantan Bendahara Harun Siompo dan Kepala Bagian Pemerintah Setda Kabupaten Bursel, Ridwan Nyio.

Sumber Kabar Timur mengungkapkan, penyelewengan anggaran tersebut terungkap setelah Penjabat Sekda Bursel Abdul Mutalib Laitupa meminta opname kas pada awal Januari 2019, menyusul pergantian bendahara di Sekretariat Daerah.

Saat opname kas yang dilakukan Inspektorat Bursel muncul dana tak terduga yang belum dipertanggungjawabkan tahun 2018. Usut punya usut ternyata dana tak terduga dipinjam Bagian Pemerintah Setda Bursel sebesar Rp 450 juta. Anggaran ratusan juta rupiah ini untuk membiayai kegiatan tapal batas wilayah antara Kabupaten Buru Selatan dengan Kabupaten Buru sebesar Rp 350 juta dan pemberian bantuan kepada Polres Pulau Buru Rp 100 juta.

“Dana tak terduga dipinjam dengan catatan setelah dua item kegiatan tersebut diakomodir pada APBD Perubahan Tahun 2018 di DPA Bagian Pemerintah, maka harus dicairkan untuk pergantian dana tak terduga,” ujar sumber di Namrole, Selasa (29/1).

Namun kenyataannya berkata lain. Diam-diam bendahara Bagian Pemerintah Harun Siompo mencairkan anggaran tersebut namun tidak diganti. Kedok ini terbongkar setelah pemeriksaan oleh Inspektorat.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku