Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Amboina

Tradisi Pukul Sapu Mamala/ Morela Digelar Tertutup

badge-check


Seorang peserta mengayunkan lidi kelawannya saat atraksi Pukul Sapu di Malama, Maluku Tengah, Rabu (12/6/2019). Ritual ukuwala mahiate atau pukul sapu merupakan upacara adat tahunan negeri Mamala, dengan rasa senang maupun rasa sakit yang dirasakan bersama bertujuan mewujudkan kehidupan yang harmonis antar-sesama. Perbesar

Seorang peserta mengayunkan lidi kelawannya saat atraksi Pukul Sapu di Malama, Maluku Tengah, Rabu (12/6/2019). Ritual ukuwala mahiate atau pukul sapu merupakan upacara adat tahunan negeri Mamala, dengan rasa senang maupun rasa sakit yang dirasakan bersama bertujuan mewujudkan kehidupan yang harmonis antar-sesama.

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Tradisi adat “pukul sapu” di Desa Mamala dan Morela, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, untuk kedua kalinya dilakukan secara tertutup tanpa menghadirkan wisatawan domestik dan mancanegara akibat pandemi COVID-19.

“Kegiatan adat yang berlangsung setiap tanggal 7 Syawal atau tujuh hari setelah perayaan Idul Fitri ini terpaksa tidak dibuka untuk umum akibat virus corona,” kata Kapolsek Leihitu, Iptu Julkisno Kaisupy di Ambon, Rabu.

Meski pun tertutup untuk umum, tetapi prosesi adat secara internal tetap berjalan normal hingga pelaksanaan kegiatan pukul sapu di depan balai desa akan dilangsungkan pada Kamis (20/5).

Menurut dia, jumlah peserta dalam kegiatan ritual adat ini juga dibatasi dan tidak sebanyak yang seperti biasanya dilangsungkan selama ini.

“Karena dinyatakan tertutup untuk umum, maka aparat kepolisian dari Polsek Leihitu dengan dibantu TNI akan melakukan pengamanan selama prosesi adat hingga kegiatan pukul sapu berlangsung,” ucap Kapolsek.

Pengamanan ini dimaksudkan agar tidak ada warga dari luar yang datang dalam jumlah besar sehingga pencegahan penyebaran virus corona sejak dini tetap bisa dilakukan oleh TNI bersama Polri.

Terkait kondisi cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, Kapolsek mengimbau warga Leihitu untuk selalu waspada terhadap ancaman bencana banjir dan tanah longsor atau putusnya jembatan akibat curah hujan yang tinggi.

“Sejauh ini situasinya aman terkendali dan tidak ada bencana alam, namun kita harus tetap mewaspadai cuaca buruk yang terjadi saat ini,” katanya. (AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Bocoran Kemendagri: Apries Puncaki Asesmen Calon “Jenderal” ASN Pemkot Ambon

26 Mei 2026 - 17:24 WIT

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Pemkot Ambon Siapkan 28 Sapi dan 20 Kambing Untuk Kurban Idul Adha

21 Mei 2026 - 01:15 WIT

Eksekusi Mandat Presiden, Wali Kota Ambon Minta Desa Siapkan Lahan Kopdes Merah Putih

20 Mei 2026 - 14:06 WIT

Trending di Amboina