KABARTIMURNEWS.COM.JAYAPURA-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,16 triliun guna memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono mengatakan penyediaan uang layak edar tersebut meningkat 51 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan konsumsi rumah tangga yang diperkirakan menguat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” katanya usai membuka kegiatan Serambi 2026 di Kota Jayapura, Papua, Kamis.
Menurut Warsono, layanan kas dalam rangka Serambi 2026 berlangsung mulai 19 Februari hingga 13 Maret 2026, kemudian dalam bentuk penarikan uang oleh perbankan di kantor BI Papua serta di tujuh kas titipan yang tersebar di Sorong, Nabire, Timika, Serui, Biak, Wamena, dan Merauke.
“Selain itu, kami bersama perbankan juga menyediakan layanan penukaran uang secara langsung kepada masyarakat melalui kendaraan kas keliling dan loket penukaran di kantor bank,” ujarnya.
Dia menjelaskan khusus untuk penukaran uang kepada masyarakat, BI Papua menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,8 miliar dengan paket penukaran maksimal Rp5,3 juta per orang. Layanan penukaran tersedia di 20 titik lokasi di Jayapura, termasuk seluruh jaringan kas titipan Bank Indonesia.
“Untuk meningkatkan kenyamanan dan pemerataan layanan, pemesanan penukaran dilakukan secara daring melalui laman milik Bank Indonesia atau melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan,” katanya lagi
Dia menambahkan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadhan dan Idul Fitri, BI Papua juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile banking, internet banking, serta Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk transfer dana menggunakan BI-Fast dan BI-RTGS.
“Sinergi antara BI Papua, perbankan, serta seluruh mitra kerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kas yang mudah diakses, tertib, dan lancar guna mendukung kelancaran sistem pembayaran serta pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026,” ujarnya. (AN/KT)