KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku mengevakuasi buaya muara (Crocodylus porosus) sepanjang 4,5 meter di Desa Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
“Petugas kami di Resor KSDA Piru menerima laporan masyarakat yang awalnya diterima oleh Polsek Waisarisa bahwa telah terjerat seekor buaya yang berukuran panjang kurang lebih 4,5 meter di sekitar pemukiman daerah Waisarisa,” kata Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku Seto di Ambon, Senin.
Berlandaskan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa satwa buaya bukan lagi ditangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melainkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Namun, untuk mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan oleh buaya tersebut dikarenakan ukurannya yang besar dan berada di dekat pemukiman masyarakat, Kapolsek dan Petugas Resort Piru memutuskan untuk mengevakuasi buaya tersebut.
Proses evakuasi berlangsung lancar, meskipun memerlukan ketelitian dan kehati-hatian mengingat ukuran buaya yang cukup besar.
Setelah berhasil ditangkap, buaya tersebut dibawa ke tempat penangkaran sementara untuk pemeriksaan kesehatan sebelum dipindahkan ke habitat alaminya.
“Saat ini, buaya tersebut berada di Polsek Waisarisa untuk selanjutnya ditangani oleh pihak yang berwenang,” ujarnya.



























